Bangun Bisnis Olahan Kelapa, Omzet Ribuan Butir Sehari
- 11 Agt 2025 10:34 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Sukoharjo, Sersan Mayor Saifudin Mega Untoro, menunjukkan pengabdian tidak hanya terbatas pada dunia militer. Ia berhasil merintis dan mengembangkan bisnis pengolahan kelapa muda bernama Omah Degan Dejingga yang kini omzetnya mencapai ratusan hingga ribuan butir kelapa setiap hari. Berlokasi di Grogol, Tawangsari, Sukoharjo, bisnis ini dimulai dari niat sederhana menjual 20-50 buah kelapa per hari dan kini telah menjadi pemasok utama bagi lebih dari 80 usaha kuliner di wilayah Solo Raya.
Mega Untoro, yang memiliki latar belakang pendidikan manajemen, menerapkan ilmunya untuk mengembangkan strategi bisnis dan sumber daya manusia di perusahaannya. Dengan prinsip TNI sebagai teladan dan pelopor dalam membantu masyarakat, ia termotivasi untuk menciptakan lapangan kerja, terutama di tengah meningkatnya PHK. Meskipun sempat mengalami kerugian besar dan dikhianati oleh karyawan, ia tidak menyerah. Bersama kakaknya, ia kembali membangun bisnisnya dari nol hingga kini sukses menembus pasar lokal dan memasok ke berbagai hotel serta restoran ternama.
Inovasi menjadi kunci kesuksesan Omah Degan Dejingga. Mereka tidak hanya menjual kelapa muda utuh, tetapi juga mengolah setiap bagian kelapa untuk meminimalisasi limbah. Kelapa muda diubah menjadi degan jelly, sementara kelapa tua diproses menjadi keripik. Bahkan, sabut dan tempurung kelapa diolah menjadi cocopeat yang dicampur dengan kotoran hewan untuk media tanam. Produk-produk kreatif lainnya seperti sopegan (es buah dengan es krim), sup kelapa pedas, dan kopi kelapa juga menjadi daya tarik utama yang telah dikembangkan selama lebih dari lima tahun.
Untuk terus mengembangkan bisnisnya, Mega Untoro aktif memanfaatkan media sosial seperti YouTube, Facebook, Instagram, dan TikTok untuk menarik kolaborasi. Ia juga memiliki visi besar untuk mengajak para pemuda berwirausaha dengan menawarkan berbagi ilmu, resep, dan membantu mencarikan pemasok. Pesan motivasinya yang kuat, "Visi tanpa eksekusi adalah halusinasi," mendorong para generasi muda untuk berani bertindak dan tidak hanya berangan-angan. Dengan filosofi bahwa memberi pengetahuan tidak akan membuat seseorang miskin, ia berupaya membangun ekosistem bisnis yang saling mendukung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....