Mengenal Maggot Black Soldier Fly
- 12 Jan 2025 05:21 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Maggot Black Soldier Fly ( BSF) adalah larva dari lalat Black Soldier yang memiliki kemampuan untuk mengurai sampah organik seperti sisa makanan, sayuran dan buah – buahan. Hal tersebut disampaikan oleh Ana Rohana Salamah seorang pegiat lingkungan di Kampung Islam Kepaon Denpasar Selatan.
Ana menambahkan lalat Black Soldier Fly (BSF) berbeda dengan lalat biasa, bentuknya seperti tawon,yang dikenal dengan lalat tentara hitam, ukurannya lebih besar dari lalat pada umumnya, terbangnya juga lebih kalem,jinak dan bisa hinggap di tangan orang - orang yang berbau fermentasi. Cara memanggil lalat tersebut yaitu dengan cara fermentasi dedak dicampur dengan penyedap rasa kemudian dimasukkan ke plastik.
“jika plastiknya nanti mengembung berarti fermentasinya berhasil, ketika dedak tersebut sudah berbau fermentasi, plastiknya kemudian dibuka maka akan datanglah lalat BSF untuk bertelur disana. Telur lalat BSF itulah yang akan berubah menjadi maggot BSF” ujar Ana ketika berbincang dalam program acara Obrolan UMKM di Programa 4 RRI Denpasar, Kamis,9/1/2025.
Ana menjelaskan maggot BSF tersebut sebenarnya adalah belatung namun berbeda dengan belatung yang ada di tempat sampah, yang membedakannya jelas dari fisiknya. Belatung yang di tempat sampah adalah belatung pembawa bibit penyakit, karena dilahirkan dari lalat yang makan sepanjang hidupnya, bentuk belatungnya putih dan gerakannya melenting ( melompat).
Kemudian maggot BSF yang dibudidaya bentuknya coklat, bergaris,gerakannya pelan (tidak melompat). Maggot BSF membutuhkan sampah organik untuk satu siklus satu bulan. Jadi lalat BSF bertelur, selama seminggu kemudian telur menetas menjadi maggot BSF, selanjutnya selama seminggu atau dua minggu merupakan siklus pembesaran.
Diungkapkan Ana saat pembesaran inilah saatnya maggot BSF mengurai sampah menjadi kompos. Setelah dua minggu maggot BSF akan berubah menjadi prepupa yang sudah tidak terlalu banyak memerlukan sampah. Setelah itu barulah prepupa menjadi kepompong ( pupa), yang harus hidup tenang, berdiam diri mengumpulkan energi untuk mengubah pupa menjadi lalat Black Soldier Fly di hari ke 30 -35.
“Setelah menjadi lalat BSF kami tempatkan di kandang khusus agar lalat bisa kawin, kemudian setelah kawin lalat jantan akan mati kemudian lalat betina setelah bertelur juga akan mati. Jadi maggot ini istilahnya menjadi yatim piatu, maka tugas kitalah untuk menjadi orang tua asuh untuk menetaskan telur tersebut dengan memberikan sampah untuk dikerjakan oleh maggot tersebut” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....