Jalani Misi 178 Hari di Luar Angkasa, Astronot akui "Manusia Hidup dalam Kebohongan"
- 30 Sep 2026 13:31 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID.,Denpasar – Dikutip dari akun milik @nostix.id, Setelah menjalankan misi selama 178 hari dan megorbit Bumi sebanyak ratusan kali. Mantan astronot NASA, Ron Garan kembali memicu perbincangan hangat di publik global.
Dari ketinggian luar angkasa, ia melihat bumi sebagai satu-satunya bola kehidupan yang sangat rapuh, diselimuti oleh lapisan atmosfer yang luar biasa tipis di tengah gulitanya hampa udara. Menariknya, dari atas sana, tidak terlihat sama sekali garis batas Negara, sekat politik, maupun perbedaan ekonomi yang selama ini diperdebatkan manusia di permukaan.
Sang astronot membagikan sudut pandang mendalam yang mengubah pikirannya secara drastis tentang cara manusia memandang planet bumi. Ia menyebutkan bahwa pola piker dan tatanan hidup masyarakat modern saat ini pada dasarnya sepeti sedang “hidup dalam kebohongan”.
Kisah pergerseran cara pandang ini bermula saat ia menyaksikan keindahan bumi dari jendela Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Menurutnya, kebohongan terbesar yang dimaksud adalah menganggap bahwa ekonomi dan system buatan manusia berada di atas segalanya, sementara ekosistem bumi dianggap sebagai hal sekunder.
Padahal, segala hal tersebut saling berhubungan dan bergantung satu sama lain. Ketika manusia terus merusak alam demi kepentingan kelompok atau ekonomi semata, manusia sebenarnya sedang menghancurkan sistem penopang hidupnya sendiri.
Refleksi filosofis dari pengalaman nyata di luar angkasa yang dikenal sebagai overview effect ini pun langsung menyita perhatian dunia, sekaligus memberikan peringatan berharga bagi peradaban manusia di Bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....