Healing atau Pelarian? Stres Membuat Remaja Kehilangan Kendali

  • 28 Jun 2026 12:29 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Masa remaja merupakan fase yang penuh perubahan dan tantangan. Tuntutan akademik, pergaulan, hingga pengaruh media sosial sering kali menjadi sumber tekanan yang memicu stres. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat membuat emosi remaja menjadi tidak stabil dan sulit dikendalikan.

Dalam dialog Pro 2 RRI Denpasar bertajuk "Healing atau Pelarian? Saat Stres Membuat Remaja Kehilangan Kendali", Duta Generasi Berencana Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Agung Abhirama Wijaya menjelaskan bahwa healing dan pelarian memiliki tujuan yang berbeda.

"Healing dan pelarian dibedakan dari tujuan dan outputnya. Kalau misalnya healing, kita tujuannya mereset energi kita, kita mendapat energi baru, tujuannya kita bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Beda nih dengan pelarian, namanya aja lari, bisa jadi lari dari masalah. Banyak yang menganggap pelarian itu healing padahal kesenangannya hanya sementara, yang mana itu malah buang-buang waktu, dan masalahnya nggak akan selesai," ujar Abhirama.

Fenomena penggunaan istilah healing saat ini kerap dipahami sebagai upaya mencari kesenangan untuk menghilangkan tekanan. Padahal, healing yang sehat bertujuan memberi ruang bagi seseorang untuk memulihkan kondisi fisik dan mental agar lebih siap menghadapi persoalan yang ada, bukan menghindarinya.

Sejalan dengan hal tersebut, tokoh psikologi humanistik Carl Rogers pernah mengatakan, The curious paradox is that when I accept myself just as I am, then I can change. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perubahan positif dapat dimulai ketika seseorang mampu menerima diri dan kondisi yang sedang dihadapi.

Healing yang sehat dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas sederhana seperti berolahraga, beristirahat yang cukup, menjalankan hobi, atau berbicara dengan orang yang dipercaya. Langkah-langkah tersebut membantu pikiran menjadi lebih tenang sehingga seseorang dapat melihat masalah dengan lebih jernih.

Karena itu, healing seharusnya tidak dimaknai sebagai pelarian dari tanggung jawab. Sebaliknya, healing menjadi sarana untuk memulihkan energi, memperkuat diri, dan mempersiapkan langkah yang lebih baik dalam menghadapi tantangan hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....