Sulap Sampah Dapur dan Kebun: Dari pada Dibuang Mending Dijadikan "Mulsa"
- 04 Jun 2026 09:01 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar –Sampah dapur dan kebun merupakan benda-benda sisa makanan dan tanaman yang bersifat organik dan dapat membusuk dengan cepat dalam hitungan hari hingga bulan. Mengolah limbah secara mandiri sangat efektif untuk menekan volume limbah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Sampah dapur dan kebun sebenarnya merupakan kombinasi emas untuk menciptakan siklus organik yang berkelanjutan di rumah. Sisa makanan dapat diolah menjadi kompos yang menyuburkan tanaman, mengurangi volume sampah harian, dan menghemat biaya perawatan kebun.
Sisa sayuran dan buah adalah bahan yang cepat terurai dan dapat menambah nutrisi bagi tanah. Sampah jerami dan daun kering dapat menjaga kelembaban tanah serta cocok untuk musim panas. Kemudian, cangkang telur dapat membantu menyediakan kalsium dan menjaga PH tanah tetap seimbang. Selain itu ampas teh dan kopi dengan kandungan nitrogennya, sangat baik untuk tanaman hijau.
Dalam lingkup rumah tangga, msih banyak orang membuang sampah-sampah dapur dan kebun seperti kulit buah, daun kering ataupun sisa sayur di dapur. Mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya limbah tersebut bisa menjadi “selimut alami” yang berguna bagi tanaman.
Dikutip dari akun instagram milik @infarm.id, selimut makanan tersebut adalah “Mulsa”. Mulsa merupakan material penutup permukaan tanah di sekitar tanaman yang berfungsi untuk menjaga kelembapan, mencegah pertumbuhan gulma (rumput liar), dan menjaga kestabilan suhu tanah.
Cukup letakkan di atas permukaan tanah, mulsa bisa membantu menjaga kelembaban tanah, mengurangi penguapan air, menekan gulma liar dan secara perlahan akan berubah menjadi nutrisi alami untuk tanaman.
Maka dari itu, mari sulap sampah-sampah tersebut agar menjadi superhero bagi tanaman kita dirumah. Kita mulai dari lingkup kecil terlebih dahulu yaitu lingkungan rumah kita sendiri. Karena sejatinya sampah organik sering kali bukan benar-benar sampah yang tidak bisa diolah sama sekali. Justru sampah ini justru bisa menjadi penyelamat tanah dan tanaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....