Menilik Rivalitas Persepakbolaan Indonesia
- 08 Okt 2022 17:35 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Tragedi Kanjuruhan di awal bulan Oktober
lalu yang berlangsung duka ternyata mengundang suatu makna yang baik dalam
menyatukan rivalitas yang selama ini terjadi dalam lapangan.
Momentum doa bersama digelar oleh para suporter sepak bola di
Indonesia, salah satunya yang menarik perhatian adalah dataran Bumi Mataram di pulau Jawa.
Suporter dari PSIM, Persis Solo, dan PSS Sleman menyatu untuk
ikut mengirimkan doa bagi korban Tragedi Kanjuruhan. Ribuan orang di Mandala
Krida tersebut menanggalkan permusuhan dan mengikrarkan perdamaian demi
mendoakan ratusan orang yang menjadi korban di Stadion Kanjuruhan.
Rivalitas antar suporter menjadi hal wajar yang terjadi dalam
persaingan kulit bundar. Selama ini yang terkenal adalah rivalitas antar
suporter ketika tim besar melakoni pertandingan untuk menciptakan sejarah hasil
pertemuan.
Seperti Persija Jakarta yang berjumpa Persib Bandung. Para
suporter kedua tim besar ini saling bersaing demi menjaga nama klubnya.
Begitu juga persaingan yang terjadi antara Persebaya Surabaya
dengan Arema FC yang menjadi ikonik persaingan antar suporter di daratan Jawa
Timur.
Rivalitas adalah hal wajar jika ditanggapi dengan bijaksana
dan bukan berujung pada anarkisme atau pun kriminalitas.
Rivalitas ini juga ternyata terjadi di daratan pulau
Kalimantan Timur. Lebih tepatnya dua tim besar dari Kaltim, yaitu Persiba
Balikpapan dan Borneo FC Samarinda.
Pemain Bali United, Lerby Eliandry bercerita tentang
rivalitas antara suporter Samarinda dengan Balikpapan. Dalam perjalanan
rivalitas dua kelompok ini, korban juga berjatuhan. Namun, seiring berjalannya
waktu, dua pihak mampu menahan ego masing-masing. Kini, antara suporter
Samarinda dengan Balikpapan sudah tak terjadi permasalahan lagi.
Bahkan rivalitas derbi Kaltim ini sudah terjadi puluhan tahun
lalu di Indonesia. Hanya saja di beberapa tahun terakhir tepatnya pada tahun
2017, perdamaian antarsuporter sudah terjalin dan Lerby menjadi saksi
perdamaian itu di lapangan hijau.
"Kami dulu saat di Borneo sama Persiba.
Dulu infonya sampai ada yang meninggal, tapi akhir tahun 2017 malah
satu stadion. Pusamania di tribunnya sendiri dan Persiba ada di tribunnya
sendiri. Saat pertandingan itu saya tidak selebrasi waktu cetak gol, karena
(suasananya) damai," ungkap Lerby
Lerby memang menjadi salah satu pemain yang sangat
profesional ketika berhasil mencetak gol ke gawang lawan yang merupakan adalah
mantan timnya.
Misalnya saja, saat ia berseragam Borneo FC selama empat
musim. Ketika menghadapi Bali United dan mencetak gol, ia tidak pernah
melakukan selebrasi berlebihan. Hal itu dilakukan demi menjaga tim yang
membesarkan namanya di kancah sepak bola Indonesia.
Begitu juga saat ia kembali berseragam Serdadu Tridatu pada
2020 lalu. Pada saat melakoni pertandingan Liga 1 musim lalu, ia menjadi pemain
penentu kemenangan Bali United dengan mencetak gol kedua ke gawang Gianluca
Pandeynuwu sekaligus memastikan timnya meraih kemenangan.
Sekali lagi, Lerby tidak melakukan selebrasi karena mencetak
gol ke gawang tim tanah kelahirannya. Hal itu dilakukan demi menjalani
profesionalitasnya dan menjaga kedamaian dalam sepak bola.
Kejadian di Kanjuruhan tentu mengajarkan seluruh elemen
penggiat sepak bola Indonesia untuk intropeksi diri dan belajar dari pengalaman
duka ini. Baik sebagai pemain, petugas keamanan, suporter dan pihak terkait
lainnya untuk bisa sama-sama belajar dari tragedi sedih ini.
"Saya berharap dengan kejadian ini, suporter
dan yang lainnya semakin dewasa. Tidak ada saling menyalahkan, tapi semua
introspeksi diri masing-masing," harap Lerby.
Mantan pemain Pon Kaltim ini juga mengingatkan para suporter
untuk bisa mengenali batas-batas dalam mencintai suati klub yang didukungnya.
Sebab, dengan mencintai sesuai batas akan membawa pada kecintaan yang bijaksana
terhadap tim yang didukungnya.
"Boleh mencintai tim tapi jangan fanatik berlebihan
karena bisa menimbulkan sesuatu yang merugikan semua pihak,"
tutup Lerby. (baliutd.com)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....