Cuaca Ekstrem Diprediksi Jadi Tantangan di Piala Dunia 2026

  • 17 Mei 2026 17:17 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Piala Dunia 2026 diperkirakan bakal menghadirkan tantangan besar bagi para pemain. Perbedaan geografis stadion di tiga negara dinilai dapat memengaruhi kondisi fisik atlet.

Perbedaan suhu dan ketinggian wilayah kini menjadi perhatian utama tim medis. Kota di Kanada seperti Vancouver memiliki cuaca yang jauh lebih dingin.

Kondisi tersebut kontras dengan sejumlah wilayah di Meksiko yang dikenal panas. Salah satu stadion yang banyak dibahas adalah Estadio Azteca di Meksiko.

Stadion berkapasitas 87 ribu penonton tersebut berada di ketinggian 2.200 meter. Lokasi dataran tinggi ini membuat kadar oksigen menjadi lebih rendah.

Situasi tersebut dapat menyebabkan pemain lebih cepat lelah dan sesak napas. Hal ini memicu penurunan stamina secara drastis saat laga berjalan.

Sebaliknya, stadion di Kanada seperti BC Place memiliki suhu yang sangat dingin. Perubahan ekstrem antarnegara tuan rumah membuat pemain membutuhkan waktu adaptasi panjang.

Pakar fisiologi lingkungan, Prof. Mike Tipton, menjelaskan dampak buruk lingkungan ekstrem tersebut. Perubahan suhu memengaruhi daya tahan tubuh, hidrasi, dan pemulihan fisik.

Menurut Tipton, tubuh atlet memerlukan proses aklimatisasi saat berpindah wilayah. Adaptasi sangat penting untuk menjaga performa tetap stabil selama pertandingan.

Oleh karena itu, tim peserta diperkirakan bakal melakukan berbagai persiapan khusus. Mereka harus mengatur pola hidrasi serta memantau kondisi fisik secara ketat.

Berdasarkan pengalaman turnamen sebelumnya, sejumlah negara diprediksi akan datang lebih awal ke lokasi pertandingan. Langkah ini menjadi prosedur standar agar pemain memiliki waktu menyesuaikan diri dengan udara setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....