Seni-seni Melegenda di Piala Dunia hingga saat ini
- 16 Apr 2026 13:02 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID., Denpasar : Piala dunia merupakan ajang yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat dunia. Banyak momen unik yang terjadi saat berlangsungnya piala dunia. Dari berburu tiket pertandingan, pernak-pernik piala dunia hingga kejadian-kejadin unik yang terjadi saat dan di luar pertandingan. Walaupun piala dunia merupakan pertandingan olahraga bola, namun yang estetika atau seni tidak luput dari pesta bola ini.
Seni di piala dunia merujuk pada elemen artistik yang menyatu dengan budaya sepakbola. Elemen artistik ini mulai dari lagu resmi, desain trofi, hingga gerakan ikonik di lapangan. Dilansir dari berbagai sumber, beberapa seni yang menjadi legenda di ajang Piala Dunia antara lain seni music, seni selebrasi seni desain tropi dan seni visual dan instalasi.
Pertama, seni musik yaitu lagu resmi piala dunia. Beberapa lagu Piala Dunia telah menjadi "lagu kebangsaan" global dan tetap populer hingga puluhan tahun setelah turnamen berakhir. Lagu-lagu ini diantaranya sebagai berikut.
"The Cup of Life" (La Copa de la Vida) yang dibawakan oleh Ricky Martin di piala dunia 1998. Lagi ini dianggap sebagai standar emas lagu Piala Dunia yang membawa energi budaya Latin ke panggung dunia.
"Waka Waka (This Time for Africa)" yang dibawakan Shakira di Piala Dunia 2010. Lagu resmi Piala Dunia Afrika Selatan ini sangat ikonik dengan tarian khasnya dan video musik yang telah ditonton miliaran kali di YouTube.
"Dreamers" - Jungkook BTS (2022): Lagu pembuka Piala Dunia Qatar yang memadukan unsur modern dengan semangat persatuan global.
Seni kedua yaitu seni selebrasi atau tarian lapangan. Seni selebrasi ini merupakan gerakan tubuh pemain saat merayakan gol. Seni ini sering kali dianggap sebagai bentuk seni ekspresi yang melegenda. Seni selebrasi yang melegenda adalah sebagai berikut.
Tarian Roger Milla (1990). Bintang Kamerun ini memopulerkan tarian di depan tiang korner yang kini dianggap sebagai salah satu momen "seni" paling abadi dalam sejarah.
Goyang Bebeto (1994). Selebrasi "mengayun bayi" yang dilakukan pemain Brasil ini menjadi simbol kekeluargaan yang terus ditiru hingga sekarang.
Tarian Siphiwe Tshabalala (2010). Tarian kolektif tim Afrika Selatan setelah gol pembuka yang menunjukkan identitas budaya lokal di panggung internasional.
Ketiga yaitu seni desain trofi. Trofi Piala Dunia sendiri adalah sebuah mahakarya seni rupa tinggi. Trofi-trofi terdiri dari sebagai berikut.
Trofi Jules Rimet. Trofi ini didesain oleh pematung Prancis bernama Abel Lafleur. Trofi ini menggambarkan Dewi Kemenangan Yunani (Nike). Trofi asli ini melegenda karena sejarahnya yang penuh drama, termasuk pencurian yang terjadi pada tahun 1966 dan 1983.
Trofi FIFA World Cup Saat Ini. Trofi ini didesain oleh seniman Italia bernama Silvio Gazzaniga. Trofi ini menggambarkan dua atlet yang mengangkat bumi. Trofi ini terbuat dari emas 18 karat dan menjadi simbol prestise tertinggi dalam olahraga.
Terakhir atau keempat yaitu seni visual dan instalasi. Setiap tuan rumah biasanya menghadirkan karya seni visual khusus pada saat Piala Dunia. Seni-seni tersebut adalah sebagai berikut.
Mural dan Lukisan di PIala Dunia Qatar 2022. Banyak instalasi seni seperti mural kolaborasi seniman internasional dan instalasi "Smoke" karya Tony Smith yang dipamerkan di Doha.
Bola Seni. Seniman seperti Lili Cantero dari Paraguay dikenal menciptakan karya seni unik dengan melukis langsung di atas bola sepak, menggambarkan sejarah dan pemain bintang Piala Dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....