Flare dan Kembang Api Hentikan Laga Bali United Kontra Persija

  • 17 Feb 2026 11:28 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Gianyar - Pertandingan antara Bali United FC dan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu 15 Februari 2026 malam, sempat dihentikan sementara pada menit ke-85 akibat penyalaan flare dan kembang api oleh suporter di luar lapangan. Asap yang mengepul mengganggu jalannya pertandingan sehingga wasit mengambil keputusan untuk menghentikan laga beberapa menit sebelum kembali dilanjutkan.

Menanggapi insiden tersebut, Pelatih Bali United, Johnny Jansen, menyampaikan perayaan yang dilakukan suporter dapat dipahami sebagai bentuk ekspresi dan bagian dari momen perayaan ulang tahun Bali United. Namun demikian, ia menilai waktu pelaksanaan perayaan perlu menjadi perhatian agar tidak mengganggu jalannya pertandingan.

“Ketika ada momen yang ingin dirayakan, tentu itu penting bagi para suporter. Pertanyaannya hanya soal waktu, apakah dilakukan sebelum, saat, atau setelah pertandingan,” ujar Jansen.

Jansen juga menyoroti tambahan waktu yang diberikan wasit selama 12 menit. Menurutnya, dengan adanya penghentian pertandingan akibat insiden tersebut, durasi tambahan waktu dapat menjadi bahan evaluasi.

“Kami melewati 12 menit tambahan waktu. Tapi mungkin pertanyaannya, apakah itu cukup? Jika melihat gangguan yang terjadi, mungkin seharusnya tambahan waktunya bisa lebih banyak,” katanya.

Kendati demikian, pelatih asal Belanda itu menegaskan pihaknya tetap menghormati keputusan perangkat pertandingan dan berharap ke depan seluruh pihak dapat menjaga ketertiban demi kelancaran dan keamanan jalannya pertandingan. Dalam pertandingan tersebut, Bali United harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta dengan skor 0-1.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....