Sejarah Hari Bahari dan Hari Maritim Nasional

  • 22 Sep 2024 06:07 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Hari Bahari Nasional diperingati setiap tahun pada tanggal 23 September. Peringatan ini dapat dijadikan momentum oleh anak bangsa untuk melestarikan serta meningkatkan potensi bahari nusantara.

Dilansir dari laman kemenkomarves, tanggal 23 September merupakan peringatan Hari Bahari Nasional sekaligus Hari Maritim Nasional. Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 249 tahun 1964 tentang Hari Maritim yang diterbitkan oleh Presiden Soekarno

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahari adalah mengenai laut. Bahari juga bisa berarti sesuatu yang berhubungan dengan laut.

Asal-usul peringatan Hari Bahari Nasional tidak jauh berbeda dengan Hari Maritim Nasional 23 September. Hari Bahari atau Hari Maritim berawal dari peresmian Angkatan Laut oleh Presiden Soekarno pada tahun 1953.

Kemudian, pada tahun 1957, Soekarno mengumumkan Deklarasi Djuanda. Isinya menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia meliputi laut sekitar, di antara, dan di dalam Kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI.

Tanggal 23 September 2024 memperingati Hari Maritim Nasional ke-60. ini merupakan salah satu peringatan penting, khususnya bagi masyarakat di sektor kelautan. Mengingat juga bahwa Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia.

Hari Maritim Nasional diperingati setiap tanggal 23 September berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 249 Tahun 1964 tentang Hari Maritim Nasional. Tahun ini, pada 23 September 2024 bertepatan dengan peringatan Hari Maritim Nasional ke-60.

Seperti dilansir Kementerian Perhubungan (Kemenhub), peringatan Hari Maritim Nasional ke-60 tahun 2024 ini lebih berfokus mengingatkan kembali upaya negara Indonesia dalam mewujudkan konsep Indonesia Poros Maritim Dunia (IPMD).

Konsep IPMD sendiri bertumpu pada pemikiran bahwa Indonesia berada dalam posisi geografis yang sangat strategis, berada di antara benua Asia dan Australia serta diapit oleh Samudra Hindia dan Pasifik. Karena letak geografi yang strategis ini, membuat posisi Indonesia berada di inti lalu lintas perdagangan dunia dan sekaligus menjadi jalur transportasi laut negara-negara di dunia.

Hal tersebut mengingat bahwa mayoritas perdagangan dunia sebagian besar menggunakan moda laut, dan sekitar 40 persen berlalu-lalang di kawasan laut Indonesia melalui empat titik selat, yakni Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Makassar.

Mengutip dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), sejarah peringatan Hari Maritim Nasional dilatarbelakangi dari peresmian Angkatan Laut oleh Presiden Soekarno pada tahun 1953 silam.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan semakin meningkatnya kesadaran global tentang pentingnya keberlanjutan, peringatan Hari Bahari Nasional harus menjadi pendorong untuk mengoptimalkan potensi laut Indonesia secara bijaksana. Pemanfaatan sumber daya laut harus seimbang antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, generasi mendatang masih bisa menikmati kekayaan laut yang melimpah.

Sebagai salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga lautnya. Melalui Hari Bahari Nasional, bangsa ini diingatkan akan tanggung jawabnya terhadap laut yang menjadi sumber kehidupan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Hari Bahari Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat cinta laut dan komitmen menjaga kedaulatan maritim, serta mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....