Sejarah dan Makna Hari Kelautan Nasional
- 01 Jul 2024 07:49 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Setiap tanggal 2 Juli diperingati sebagai Hari Kelautan Nasional. Tujuan peringatannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat supaya lebih peduli dengan lautan di Indonesia.
Laut menjadi salah satu harta berharga Indonesia. Hal ini karena laut menjadi sumber untuk mencari pangan, mata pencaharian, pariwisata, sumber daya alam, dan lainnya. Lahirnya Hari Kelautan Nasional berawal dari latar belakang Indonesia yang mempunyai geografis dengan dua pertiga luasnya adalah lautan. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara maritim di dunia.
Hari Kelautan Nasional menjadi momentum untuk terus meningkatkan kesadaran pentingnya ekosistem laut. Adapun sumber daya laut yang ada di Indonesia terdiri dari ikan dan terumbu karang yang harus selalu dijaga dan dilestarikan. Lautan yang ada di Indonesia memiliki potensi besar bagi sektor pariwisata. Banyak wisatawan dalam negeri maupun mancanegara yang berkunjung ke lautan Indonesia. Salah satunya Bali yang mempunyai hampir 200 pantai. Pantai-pantai tersebut menjadi wisata yang meningkatkan ekonomi Bali.
Dengan demikian, 2 Juli ditetapkan sebagai Hari Kelautan Nasional. Selain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekosistem laut, peringatan ini juga dijadikan momentum untuk terus menjaga kelestarian alam Indonesia.
Dikutip dari laman ICCTF, Berikut cara melestarikan laut sebagai bentuk penghargaan kepada lautan Indonesia:
1. Tidak membuang sampah sembarang ke laut.
2. Melestarikan ekosistem laut dengan tidak menangkap dan memelihara biota laut, karena banyak daftar hewan laut yang dilindungi dan hampir punah.
3. Jangan menyentuh terumbu karang saat berwisata di tempat yang dipenuhi dengan terumbu karang warna-warni, menyentuh terumbu karang dapat berpotensi kematian terumbu karang.
4. Usahakan tidak memakai sepatu katak saat menyelam terutama untuk yang sudah mahir dan profesional saat menyelam, karena berpotensi menyentuh terumbu karang.
Selain itu, Alat tangkap ikan menurut klasifikasi statistik internasional standar FAO yang ramah Lingkungan yang dapat digunakan menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan berupa:
1. Surrounding net (jaring lingkar) seperti jaring lingkar/puse seine.
2. Seine net (pukat) seperti pukat pantai/beach seine.
3. Dredge (penggaruk) seperti scoop nets.
4. Falling gear (alat yang dijatuhkan) seperti jala lempar/hand cast nets.
5. Gill net, entangling nets (jaring insang dan jaring puntal) seperti trammel nets.
6. Hook and line (pancing) seperti pancing (hand line).
7. Alat tangkap lainnya seperti tangan , pisau dan sabit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....