Kue Kopyor Kampung Loloan, Menu Favorit Buka Puasa

  • 23 Mar 2024 08:46 WIB
  •  Denpasar
KBRN, Jembrana: Selama bulan puasa, sejumlah jajanan khas di kampung Loloan dihidangkan untuk menu berbuka puasa. Menu jajanan atau kue Kopyor khas Loloan ini masih menjadi favorit warga setempat.

Jajanan olahan roti yang dikukus ini sering dihidangkan warga di Kampung Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali.

Menurut salah satu pembuat kue kopyor, Siti Mahmudha, (59), pembuatan kue kopyor ini sudah turun temurun dilakukan oleh keluarga Haji Hasanah (80). Bahkan saat ini sudah generasi ketiga keluarga ini menekuni pembuatan kue khas Kampung Loloan ini.

"Kira-kira sudah tiga generasi. Jadi Bu Haji Hasanah ini meneruskan tradisi orang tuanya. Saya kerja di sini sudah 5 tahun lebih," tutur Siti Mahmudha ditemui reporter RRI Denpasar saat membuat kue Kopyor, Jumat (22/3/2024).

Kue atau jajanan ini, kata dia, terbuat dari bahan dasar tepung beras, gula pasir, bubur mutiara, roti tawar dipadu dengan kopyor kelapa muda, santan dan daun pandan. Menurutnya, produksi pesanan saat ini lumayan meningkat dari tahun tahun sebelumnya, rata rata 500 hingga 1000 biji setiap hari selama Ramadan.

"Produknya cukup lancar saat ini. Ekonomi sudah lebih bagus kayaknya, daripada Corona (Covid) yang kemarin itu. Rata rata 500 biji, kalau ada pesanan bisa 1000. Hari ini pesanan seribu bungkus," katanya.

Lebih lanjut, Mahmudha menjelaskan, proses pembuatan kue kopyor ini menghabiskan bahan utama tepung beras rata rata 6-10 kilogram, gula pasir, santan dan bahan pelengkap lainya seperti bubur mutiara dan roti tawar.
Kemudian dikukus dan adonan dibungkus menggunakan daun pisang.

"Semuanya (adonan) sudah dimasak. Jadi hanya dikukus selama 10 menit sudah jadi. Jualnya titip ke warung dan yang jual takjil untuk buka puasa," ungkapnya.

Kuliner kuno ini ditawarkan seharga Rp.3 ribu hingga Rp.5 ribu per bungkus. Dan ramai disajikan di warung-warung yang buka menjelang buka puasa ataupun di keluarga. Jajanan ini dihidangkan sebagai menu buka puasa. "Permintaan lumayan banyak sekarang, jadi rata rata pasti habis kalau produksi," imbuhnya.

Disamping rasanya yang manis dan segar. Kue jaman dulu ini juga sangat lembut dan rasanya khas, sangat cocok untuk menu berbuka. Seperti yang diungkapkan salah satu pelanggan kue Kopyor Ria Suryani (41) warga Melaya.

"Saya sudah langganan (kue kopyor) sejak lama. Jadi kalau bulan puasa pasti hidangan awal ini. Cocok, rasanya lembut kalau dimakan, perut adem," tuturnya.

Selain itu, menu yang satu ini memang sering diburu warga apalagi menjelang buka puasa. Tidak hanya roti dan kopyor, ada tambahan menu lain, seperti rasa nangka, mutiara dan lain-lain, menjadikan kue khas Kampung Loloan ini banyak pilihan varian sesuai selera.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....