Resmi Diluncurkan, Nusa Penida 100 Persen Energi Terbarukan Masuk Babak Baru

  • 07 Mar 2024 15:51 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Klungkung: Laporan Peta Jalan Nusa Penida 100 persen energi terbarukan resmi diluncurkan. Peluncuran peta jalan ini menjadikan langkah Nusa Penida menjadi pulau berbasis energi baru terbarukan atau EBT pada 2030 lebih matang.


Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan dalam laporannya menyampaikan dipilihnya Nusa Penida sebagai lokasi pengembangan EBT di Bali, salah satunya karena melimpahnya potensi energi terbarukan di wilayah kepulauan tersebut. Selain itu, letak Nusa Penida yang terpisah dari pulau Bali, serta adanya potensi pengembangan pariwisata hijau atau green tourism juga disebut menjadi alasan.


"Ini kan implementasi salah satu strategi kami dan kita, artinya akan melibatkan stakeholder yang lain untuk membantu menyusun konsep awal peta jalan," ungkapnya.


Guna mewujudkan Nusa Penida 100 persen energi terbarukan, kata Setiawan diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak baik pemerintah di tingkat pusat dan daerah, mitra-mitra pembangunan dan non-pemerintah, pihak swasta, termasuk masyarakat.


"Artinya dari kajian ini langkah konkretnya tidak hanya menyusun, tapi terimplementasi dengan dibuktikan bahwa ini terbukti dan berkelanjutan. Itu yang jadi sangat penting. Dan ini tentunya harus melibatkan seluruh komponen masyarakat, tidak hanya pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, tetapi seluruh komponen masyarakat termasuk badan usaha. Artinya bahwa energi ini tidak saja manfaatnya, tetapi profitnya ada tidak? Karena ini kaitannya dengan ekonomi. Nah ini yang kita dorong kesana," kata Kadis Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan saat acara peluncuran Laporan Nusa Penida 100 Persen Energi Terbarukan di Amarta Penida, Rabu (6/3/2024).


Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa pada kesempatan sama mengungkapkan pengembangan pemanfaatan EBT di Nusa Penida menjadi penting bagi Bali karena akan mendukung dan memberikan nilai tambah bagi pariwisata Bali, disamping mendukung komitmen Pemerintah Provinsi Bali dan Indonesia menuju target emisi nol bersih.


"Kami melihat kalau Nusa Penida itu bisa menjadi pulau energi terbarukan, itu akan menambah daya tarik minat wisatawan untuk kesini. Dan saya kira juga bisa menjadi icon dunia, karena jarang ada. Mungkin pertama pulau energi terbarukan di Indonesia. Di dunia sudah ada beberapa contoh, tapi di Indonesia baru ini. Ini saya rasa bisa menjadi daya tarik maupun daya tambah," ujarnya.


Di sisi lain, Camat Nusa Penida, I Kadek Yoga Kusuma menyampaikan pihaknya mendukung upaya transisi energi dari berbasis fosil ke energi bersih di wilayahnya. Hanya saja pihaknya menegaskan agar komitmen dan keberlanjutan program ini bisa dilaksanakan sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang berada di Nusa Penida.


"Kita perlu melihat bahwa Nusa Penida ini sudah menjadi lokus dalam project dan berbagai jenis kegiatan. Kita disini pernah dibangun pembangkit listrik tenaga hybrid di daerah Tanglad, yang tidak bisa berfungsi dan berkelanjutan. Jadi kami harapkan apa yang sudah disusun berencana kajian ini bisa dipertimbangkan dari berbagai aspek. Sehingga nanti dalam pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Tidak hanya nanti di saat awal saja kita bisa menikmati hasilnya," pungkas Kadek Yoga.


Agenda transisi energi menjadi salah satu strategi untuk mewujudkan target Bali emisi nol bersih atau Net Zero Emission (NZE) 2045. Pemerintah Provinsi Bali melakukan sinergi dengan banyak pihak, salah satunya Institute for Essential Services Reform (IESR) untuk mewujudkan target tersebut. Salah satu bentuk kerjasamanya, yakni pengalihan penggunaan energi fosil menjadi 100 persen energi terbarukan di Nusa Penida pada 2030.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....