Penanganan Stunting Kabupaten Klungkung Dilirik BKKBN

  • 23 Nov 2023 04:45 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Klungkung: Penanganan kasus stunting di Kabupaten Klungkung mendapat perhatian dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).


Kabupaten Klungkung dipercaya menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Praktik Baik Audit Kasus Stunting Indonesia (PETIK AKSI) IV Tahun 2023 yang diselenggarakan secara daring dari ruang vicon Kantor Bupati Klungkung, Selasa (21/11/2023).


Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana mewakili Plt. Bupati Klungkung mengatakan penanganan stunting secara garis besar dilakukan melalui intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif yang difokuskan pada 1000 (seribu) Hari Pertama Kehidupan.


Seribu hari pertama kehidupan adalah periode yang sensitif bagi kehidupan seorang anak, sebab dampak dari pemenuhan gizi dan nutrisi lain yang tidak terpenuhi akan bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki.


Sementara prevalensi kasus stunting di Kabupaten Klungkung di tahun 2021 tercatat mencapai 19,40 persen. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan angka prevalensi tersebut, hingga saat ini sudah di angka 7,7 persen. Capaian tersebut sudah lebih rendah dari target pemerintah di tahun 2024, yang ditargetkan sebesar 14 persen.


Agung Lesmana mengatakan secara sistem dan regulasi, di Kabupaten Klungkung telah menetapkan Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten, Kecamatan dan selanjutnya Tingkat Desa/Kelurahan.


"Saya tekankan kepada semua Kepala OPD, Camat dan Perbekel dan semua pihak-pihak yang terkait untuk dapat melakukan rencana aksi yang telah ditetapkan sesuai peran, tugas dan fungsi masing-masing dengan melakukan sinergitas dan kolaborasi, " terangnya.


Selain itu, peningkatan kesadaran masyarakat juga terus dilakukan. Baik

sosialisasi melalui media cetak, radio televisi dan pergelaran kesenian berbasis budaya lokal dengan topik Keluarga Berkualitas.


"Mudah-mudahan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan praktek baik dari pelaksanaan audit kasus stunting yang dapat dijadikan pembelajaran bersama dalam penanggalan kasus stunting maupun keluarga berisiko stunting, meningkatkan komitmen dari TPPS di semua tingkatkan dalam melaksanakan percepatan penurunan stunting serta meningkatkan layanan konvergensi layanan percepatan penurunan stunting yang semakin kuat," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....