Awal Musim Hujan di Bali Mundur Dampak El Nino

  • 07 Okt 2026 14:24 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Awal musim hujan di Bali diprediksi mundur hingga November atau Desember 2026. Mundurnya awal musim hujan itu dipicu fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat yang dikombinasikan dengan IOD positif.

Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III I Gede Agus Mahendra kepada RRICO.ID di Denpasar mengatakan, sebagian wilayah Bali diperkirakan masuk musim hujan pada November 2026. Ia menjelaskan, dari total 20 zona musim di Bali, sebagian kecil wilayah akan diguyur hujan pada November dan sebagian besar lainnya Desember dengan puncak musim hujan pada Februari 2027.

Menurut Agus Mahendra, keterlambatan awal musim hujan tersebut dipicu fase El Nino sangat kuat yang mengakibatkan kondisi udara lebih kering dan memperpanjang hari tanpa hujan di sejumlah wilayah di Bali. Wilayah Bali bagian utara dan timur yakni Karangasem hingga Buleleng berisiko mengalami keterbatasan air bersih akibat hari tanpa hujan yang panjang.

Agus Mahendra menyebut, sebagian wilayah di Bali saat ini berada pada musim peralihan dengan intensitas hujan ringan dan sebagian masih mengalami kemarau. “BMKG memprediksi musim hujan di Bali tahun ini mundur. Dari 20 zona musim di Bali sebagian kecil akan memasuki awal musim hujan pada November dengan puncak musim hujan Februari 2027,” ujarnya.

Agus Mahendra mengungkapkan, durasi musim hujan pada periode 2026/2027 diprediksi berlangsung lebih pendek daripada kondisi normal. Akibat El Nino yang kuat, BMKG Stasiun Klimatologi Bali bahkan mencatat hari tanpa hujan terpanjang di Bali selama 123 hari yang terjadi di Sumberklampok, Buleleng. “Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kekeringan lanjutan serta menghemat penggunaan air bersih seiring pergeseran musim,” tuturnya.

Bali menjadi salah satu daerah di Indonesia yang mengalami keterlambatan awal musim hujan dari rata-rata normalnya. Sebagian besar wilayah Bali diperkirakan masuk musim hujan pada November 2026 akibat dampak fenomena El Nino. Berdasarkan data BMKG, cuaca harian di Bali pada Oktober ini bervariasi dari berawan, berawan tebal, hingga peluang hujan ringan di beberapa titik tertentu.

Masyarakat diimbau memantau pembaruan informasi cuaca untuk mengantisipasi potensi perubahan cuaca dan potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....