Klungkung Olah Sampah Jadi Energi, KLH Bantu Cari Pasar
- 05 Okt 2026 11:25 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Klungkung – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) siap membantu daerah mencari pasar untuk energi yang dihasilkan dari pengolahan sampah. Langkah ini dilakukan agar produk olahan sampah memiliki pembeli dan pengelolaannya dapat terus berjalan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menyampaikan hal tersebut saat meninjau TOSS Center Gema Santi di Kabupaten Klungkung, Bali, Sabtu, 3 Oktober 2026. Menurutnya, pemerintah akan menghubungkan daerah yang menghasilkan energi dari sampah dengan industri yang membutuhkan bahan bakar alternatif.
“Pemerintah akan mendorong kalau ada kesulitan soal pembeli dan sebagainya, nanti kami akan coba komunikasi. Karena sebaliknya, dari pihak pembeli juga sudah menghubungi kami (KLH). Mereka mencari di mana ada produk-produk yang seperti ini, tolong diberitahu untuk bisa dia peroleh,” ungkap Menteri Jumhur.
TOSS Center Gema Santi mengolah sampah menggunakan teknologi pirolisis atau pemanasan tanpa oksigen. Hasilnya berupa bahan bakar alternatif yang dapat digunakan untuk menggantikan solar, sedangkan sampah organik yang dipadatkan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti batu bara.
Jumhur mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Klungkung yang bekerja sama dengan pihak swasta dalam pengolahan sampah. Ia menyebut pengelolaan tersebut menerapkan konsep ekonomi sirkular karena sampah diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.
“Seperti Pemerintah Kabupaten Klungkung di sini yang punya inisiatif baik untuk mengolah sampahnya dengan menerapkan circular economy. Itu praktik yang baik,” tutur Menteri Jumhur.
| Baca juga: Pasar Murah LPG 3 Kg Diserbu Warga Paksebali |
Menurut Jumhur, jumlah produksi menjadi salah satu pertimbangan agar energi dari sampah lebih menarik bagi industri. Pengolahan sampah dari beberapa kabupaten dapat digabung untuk memperbesar volume sekaligus menekan biaya produksi per unit.
“Misal mengerjakan pengolahan sampah yang menghasilkan 1.000 ton dengan menghasilkan 100 ton bisa jadi tenaga kerja manusianya sama jumlahnya tapi hasilnya lebih banyak yang 1.000 ton. Artinya per unit, biaya yang dikeluarkan atau cost-nya lebih rendah. Biasanya orang bisnis akan berpandangan seperti itu,” jelasnya.
Energi dari olahan sampah dapat menjadi alternatif bagi industri yang masih menggunakan batu bara dan gas bumi. Pemanfaatannya turut mendukung upaya mengurangi emisi dan mencapai target Net Zero Emission (NZE).
KLH/BPLH berharap pola pengolahan sampah di Klungkung dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Pemerintah ingin pengelolaan sampah tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan terserap oleh industri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....