BKSDA Bali Survei Populasi Tokek Rumah di Klungkung dan Karangasem
- 04 Okt 2026 12:22 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Klungkung - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali melaksanakan survei keberadaan satwa liar jenis Tokek Rumah (Gekko gecko) di Desa Tihingan, Kabupaten Klungkung, dan Desa Yeh Malet, Kabupaten Karangasem pada 15 hingga 18 September 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memperoleh data populasi sebagai dasar pengelolaan dan pemanfaatan satwa secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil pengamatan di 2 lokasi tersebut, petugas mencatat sebanyak 77 ekor Tokek Rumah, yang terdiri atas 41 ekor di Desa Tihingan dan 36 ekor di Desa Yeh Malet. Pendataan lapangan ini menjadi bahan penyusunan rekomendasi kuota pengambilan dari alam sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 18 Tahun 2024.
Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menyampaikan bahwa survei menjadi langkah penting dalam menyediakan data terukur sebagai dasar pengelolaan pemanfaatan satwa liar. "Survei ini menjadi langkah penting untuk memperoleh data yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar dalam pengelolaan pemanfaatan tokek rumah. Dengan data yang terukur, pemanfaatan dapat dilakukan secara bijaksana dengan tetap memperhatikan keberlanjutan populasi dan kondisi habitat, sehingga manfaatnya juga dapat dirasakan oleh masyarakat," ujar Ratna Hendratmoko.
Sementara itu, Kepala Wilayah Desa Yeh Malet, I Nengah Sarianta, turut menyambut positif pendataan tersebut agar pemanfaatan satwa dapat berjalan lebih teratur dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. "Kami menyambut baik kegiatan survei ini. Dengan adanya pendataan, kami berharap pemanfaatan Tokek dapat dilakukan secara lebih teratur dan tetap memperhatikan lingkungan. Masyarakat juga dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa mengganggu keberadaan satwa dan alam di sekitar," kata I Nengah Sarianta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....