“Bibi Anu” Puncaki Gebyar Literasi Denpasar 2026

  • 03 Okt 2026 08:42 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Garapan dramatikal “Bibi Anu” menjadi sajian pemuncak Gebyar Literasi (Gelis) Kota Denpasar 2026. Pertunjukan yang memadukan drama, seni, dan pesan literasi tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang, Jumat 02 Oktober 2026.

Pementasan “Bibi Anu” diperankan Bunda Literasi Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, berkolaborasi dengan Naluri Manca. Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan Gebyar Literasi Denpasar tidak sekadar menjadi rangkaian lomba, pameran, atau kegiatan membaca dan menulis.

Menurutnya, literasi harus berkembang menjadi gerakan bersama yang mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, kreatif, inovatif, serta bijak menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.

“Literasi hari ini tidak cukup hanya dengan kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga harus mampu memahami, memilah, dan mengolah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat, termasuk menggunakan teknologi secara bijak,” ujar Arya Wibawa.

Ia mengatakan perkembangan literasi di Kota Denpasar menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan kajian Perpustakaan Nasional RI, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kota Denpasar pada 2024 mencapai 83,38 atau berada dalam kategori tinggi, meningkat dari 71,34 pada 2023.

Sementara itu, TGM 2025 tercatat 59,65. Arya menjelaskan angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan capaian sebelumnya karena terdapat perubahan mekanisme dan rumus penghitungan. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Denpasar pada 2024 juga tercatat 76,11, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Bali yang berada di kisaran 66.

Menurut Arya, capaian literasi tidak semata-mata diukur berdasarkan angka maupun jumlah kunjungan ke perpustakaan. Literasi harus memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat, termasuk kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berkarya, memecahkan persoalan, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

“Di tengah perkembangan era digital dan kecerdasan artifisial, masyarakat menghadapi arus informasi yang semakin cepat dan luas. Karena itu, kemampuan literasi menjadi semakin penting agar masyarakat mampu menyaring informasi dan memanfaatkannya secara positif,” katanya.

Arya juga mengajak keluarga dan satuan pendidikan membangun budaya membaca sejak dini. Menurutnya, kebiasaan membaca dapat dimulai dari lingkungan keluarga dengan menjadikan buku dan kegiatan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Budaya literasi sesungguhnya dimulai dari rumah kita sendiri. Mari kita jadikan membaca sebagai kebiasaan dan kebutuhan hidup, serta menjadikan perpustakaan sebagai rumah pertama bagi anak,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat bersama-sama memperkuat gerakan literasi dengan semangat “Literasi Kuat, Melangkah Serentak Ciptakan Dampak” untuk mewujudkan Denpasar sebagai kota literasi yang adaptif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....