Giri Prasta Dorong Lima Langkah Konkret Perkuat Samasta Raksa Bali

  • 01 Okt 2026 09:26 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mendorong program Samasta Raksa Bali tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui sistem kolaborasi yang dapat bergerak cepat saat terjadi kebakaran maupun keadaan darurat. Untuk itu, Giri Prasta mengusulkan lima langkah konkret, mulai dari pemetaan sumber daya hingga latihan bersama dan peningkatan kompetensi personel.

“Semakin baik kita mempersiapkan diri sebelum kejadian, semakin cepat kita dapat bertindak ketika kejadian benar-benar terjadi,” kata Giri Prasta saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi Bali bertajuk “Samasta Raksa Bali (Bali Harus Diamankan oleh Semua Pihak)” di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Rabu 30 September 2026.

Langkah pertama yang didorong adalah pemetaan sumber daya, meliputi personel, armada, peralatan, fasilitas, kemampuan teknis, serta pemangku kepentingan yang dapat memberikan dukungan saat terjadi keadaan darurat.

Kedua, pemerintah perlu menyusun mekanisme mobilisasi bantuan lintas wilayah dan lintas sektor. Mekanisme ini penting agar setiap pihak memahami prosedur yang harus dilakukan ketika suatu daerah atau institusi membutuhkan dukungan.

Ketiga, memperkuat kerja sama konkret antarpihak, termasuk melalui penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sesuai kebutuhan dan kewenangan masing-masing. Keempat, menyusun standar operasional prosedur (SOP) lintas sektor.

SOP tersebut mencakup koordinasi, komunikasi, mobilisasi personel, hingga dukungan peralatan sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat ketika terjadi kejadian berskala besar. Kelima, memperkuat aspek pencegahan dan kesiapsiagaan melalui latihan bersama, simulasi, serta peningkatan kompetensi personel.

Giri Prasta juga meminta pemerintah kabupaten/kota tidak memandang penanganan kebakaran dan penyelamatan hanya berdasarkan batas administratif. “Jangan berpikir, ini wilayah saya atau ini bukan wilayah saya. Kalau masyarakat Bali membutuhkan pertolongan, kita harus hadir sebagai satu kesatuan,” tegasnya.

Menurutnya, semangat kolaborasi yang sama perlu diterapkan oleh pelaku usaha, BUMN, serta pengelola kawasan strategis dan objek vital. Sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak dapat menjadi bagian dari kekuatan bersama dengan tetap berpedoman pada tugas, fungsi, kewenangan, dan ketentuan yang berlaku.

“Tidak ada satu institusi yang mampu menghadapi seluruh risiko seorang diri. Kita membutuhkan sinergi, komunikasi, kecepatan, dan komitmen untuk bekerja bersama,” imbuhnya.

Giri Prasta berharap Samasta Raksa Bali berkembang menjadi jejaring kolaborasi aktif yang mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat, bukan sekadar nama atau slogan. Melalui jejaring tersebut, Bali diharapkan memiliki sistem penanganan kebakaran dan penyelamatan yang semakin terintegrasi, cepat, responsif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

“Mari kita bangun dan kuatkan semangat gotong royong, satukan sumber daya, dan satukan langkah. Pastikan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kita hadir bersama-sama karena Bali harus diamankan oleh semua pihak,” pungkas Giri Prasta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....