KPA Bali Perkuat Edukasi HIV/AIDS dan Narkoba
- 30 Sep 2026 17:11 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Buleleng - Komisi Penanggulangan AIDS atau KPA Provinsi Bali memperkuat edukasi pencegahan HIV-AIDS dan penyalahgunaan narkoba melalui Temu Remaja KSPAN atau Muspa Bali 2. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa, 29 September hingga Rabu, 30 September 2026, digelar di Wisma Nangun Kerti, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
Sebanyak 225 siswa yang tergabung dalam Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba atau KSPAN mengikuti kegiatan tersebut. Peserta merupakan perwakilan terpilih dari kabupaten dan kota di Bali yang aktif dalam kegiatan KSPAN di sekolah masing-masing.
Ketua Panitia Muspa Bali 2, AA Ngr Patria Nugraha mengatakan, kegiatan tersebut menjadi sarana sosialisasi dan edukasi yang melibatkan ratusan siswa KSPAN. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada teman sebaya, lingkungan sekolah, dan masyarakat.
"Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, penemuan kasus baru di Bali sejak Januari sampai April 2026 sekitar 678 kasus, dan sebarannya sudah meluas ke seluruh kabupaten kota di Provinsi Bali," ujarnya.
Muspa Bali 2 juga menjadi ruang peningkatan pemahaman siswa mengenai HIV-AIDS, kesehatan reproduksi remaja, penyakit menular seksual, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kegiatan tersebut meliputi temu forum guru KSPAN, temu KSPAN, capacity building, pentas seni, lomba mading tematis, tutor sebaya, video edukasi on the spot, dan cari jejak KSPAN.
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Komang Perdana M.Si yang membacakan sambutan Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian generasi muda terhadap kesehatan. Ia juga menyampaikan pentingnya kolaborasi pelajar, sekolah, pemerintah, dan pihak terkait dalam pencegahan HIV-AIDS dan narkoba.
"Lembaga pendidikan merupakan ruang yang tepat untuk edukasi tentang HIV-AIDS kepada siswa. Kolaborasi antara pelajar, sekolah, pemerintah, serta berbagai pihak terkait diperlukan agar upaya pencegahan HIV-AIDS dan narkoba dapat dilakukan secara berkelanjutan," katanya.
Melalui Muspa KSPAN Bali 2026, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu berperan sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat peran KSPAN dalam menyebarluaskan informasi yang benar serta membangun lingkungan yang sehat dan bebas stigma terhadap orang dengan HIV.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....