Smart Farming Dorong Regenerasi Petani dan Tingkatkan Produktivitas Agrikultur

  • 30 Sep 2026 14:10 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Penerapan smart farming menjadi langkah strategis mendorong regenerasi petani dan meningkatkan produktivitas sektor agrikultur. Dengan metode bercocok tanam modern yang memakai teknologi canggih diyakini proses pertanian menjadi lebih cepat dan efisien.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Profesor Ketut Suamba kepada RRI.CO.ID di Denpasar mengatakan, pertanian pintar berbasis teknologi menjadi salah satu solusi strategis meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian. Ia tidak memungkiri, bertani dengan memanfatkan teknologi berbasis digital juga akan mengubah stigma bertani dari konvensional menjadi sektor modern yang menjanjikan. Suamba mengingatkan, penerapan smart farming juga harus tetap berpijak pada kearifan lokal pengairan tradisional Subak sesuai konsep Tri Hita Karana.

“Dengan metode pertanian cerdas tersebut, generasi muda yang menguasai IT akan bisa mengembangkan kelembagaan Subak untuk pertanian berkelanjutan, modern dan bernilai ekonomis,” tuturnya.

Sementara, Ketua Petani Muda Keren Anak Agung Gede Agung Wedhatama mengatakan, Komunitas Petani Muda Keren telah membuktikan pertanian cerdas berbasis teknologi menjadi peluang yang menjanjikan. Ia menjelaskan, petani keren tidak lagi bekerja secara konvensional, namun bercocok tanam dengan metode modern tanpa memandang musim.

Wedhatama mengatakan, dengan metode smart farming, petani telah memahami komuditas yang akan ditanam sesuai musim dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan. Tidak hanya itu, akses pasar juga dikuasai, sehingga pemasaran produk pertanian sesuai pangsa pasar dan tepat waktu dengan harga yang menguntungkan.

“Smart farming diyakini akan mendorong regenerasi petani dan meningkatkan produktivitas sektor agrikultur. Pertanian pintar berbasis teknologi tersebut mengubah metode bertani konvensional menjadi sektor modern yang menjanjikan,” ujarnya.

Pertanian Pintar Berbasis Teknologi telah diterapkan Komunitas Petani Muda Keren yang membuktikan hasil produk agrikultur memiliki pangsa pasar yang pasti. Smart farming juga menarik minat generasi muda untuk menjadi petani modern. Dengan penggunaan teknologi ramah lingkungan diyakini akan mampu menjaga keberlanjutan pertanian di Bali di tengah tingginya alih fungsi lahan pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....