Bupati Sanjaya Ikuti Gerdal Hama Tupai Dukung Produktivitas Pertanian
- 22 Sep 2026 14:54 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Tabanan – Menjaga produktivitas pertanian melalui pengendalian hama dilakukan secara kolaboratif melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tupai yang digelar Panitia Sabha Desa Adat Selabih, Selemadeg Barat, Tabanan. Kegiatan ini didukung masyarakat dan peserta dari berbagai wilayah Kabupaten/Kota se-Bali hingga Banyuwangi.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tupai di Selemadeg Barat mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam membantu petani mengendalikan hama tupai yang selama ini dapat mengganggu tanaman dan hasil pertanian mereka. Terlebih, Desa Selabih merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan, seperti kelapa, kopi, sawo, dan kakao.
Melalui gerakan ini, pengendalian hama diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama, sehingga tanaman lebih terlindungi dan produktivitas pertanian masyarakat dapat terus terjaga dan meningkat. Bupati Sanjaya menekankan, Kehadiran Pemerintah menjadi bentuk dukungan terhadap partisipasi masyarakat dalam membantu pengendalian hama yang selama ini turut mengganggu hasil pertanian.
“Kegiatan seperti ini merupakan bentuk kebersamaan masyarakat dalam membantu petani mengendalikan hama. Dengan berkurangnya hama tupai, kita harapkan tanaman dan hasil pertanian masyarakat dapat lebih terjaga, sehingga produksi pertanian kedepannya semakin meningkat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan salah seorang petani asal Selabih Wayan Edi. Menurutnya, keberadaan tupai selama ini cukup mengganggu dan berpotensi mengurangi hasil yang diperoleh petani. Ia menyambut baik adanya kegiatan tersebut karena masyarakat dan para pemburu turut membantu mengurangi hama yang selama ini cukup sulit dikendalikan oleh petani.
“Untuk hama niki, dari petani nike sampun kewalahan tidak sanggup membasmi hama tupai. Sekarang sudah ada semeton-semeton yang membantu, tiang berterimakasih sekali. Harapan untuk kedepan semoga ini bisa berlanjut semoga hasil pertanian pertanian lebih meningkat”, tuturnya.
Sementara itu, Satriya, peserta pemburu asal Taman Punggul, Abiansemal, menegaskan keikutsertaan para pemburu bukan semata-mata untuk membasmi, melainkan membantu masyarakat dengan mengurangi populasi tupai yang menjadi hama bagi pertanian. “Intinya kami ingin membantu, bukan membasmi. Kami dari pemburu membantu masyarakat dengan mengurangi tupai yang menjadi hama di sini,” ujarnya.
Gerdal Hama Tupai tersebut dibagi ke dalam 141 zona yang ditentukan melalui undian, dengan 140 regu peserta dan Bupati Sanjaya dan jajaran turut di zona 41, yang masing-masing beranggotakan 10 orang atau total sekitar 1.400 peserta. Para peserta datang dari berbagai wilayah Kabupaten/Kota se-Bali hingga Banyuwangi, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp.500 ribu per orang. Kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai hadiah, di antaranya hadiah utama dari sponsor Agata sebesar Rp. 5 juta, hadiah undian sebesar Rp. 2,5 juta, Rp. 1,5 juta dan Rp1 juta, serta hadiah Rp. 500 ribu bagi peserta yang memperoleh tupai terbanyak.
Selain kegiatan pengendalian hama, acara juga dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan masyarakat oleh UPTD Puskesmas Selemadeg Barat serta gerakan vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR) oleh Puskesmas/Puskeswan 3 Megati. Kehadiran layanan tersebut turut melengkapi kegiatan dengan semangat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan hewan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dalam mendukung keberlangsungan pertanian serta kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....