Tragis, Hiu Paus Jantan 8 Meter Mati Terdampar di Pesisir Jembrana
- 14 Sep 2026 08:44 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana - Seekor hiu paus jantan sepanjang delapan meter ditemukan terdampar di pesisir Pantai Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Sabtu 12 September 2026 pagi. Meski sempat ditemukan dalam keadaan hidup, mamalia laut berusia remaja tersebut akhirnya mati akibat kondisinya yang terlampau lemah.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar. Saat ditemukan, separuh badan mamalia raksasa tersebut masih tergenang air laut. Warga lokal bersama aparat setempat sempat berupaya menyelamatkan satwa langka tersebut dengan mendorongnya kembali ke tengah laut.
Namun, upaya evakuasi terkendala oleh kondisi air laut yang mulai surut serta fisik hiu yang kian melemah. Kapolsek Pekutatan, Kompol Benyamin Nikijuluw, menjelaskan bahwa satwa tersebut tidak mampu bertahan hingga proses evakuasi lanjutan selesai dilakukan.
"Saat ditemukan awal, hiu paus ini kondisinya masih hidup tetapi terlihat sangat lemah. Karena tidak bisa dievakuasi ke tengah laut akibat air surut, akhirnya satwa tersebut mati pagi tadi," ujar Kompol Benyamin.
Berdasarkan pemeriksaan fisik awal oleh tim gabungan dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar serta Yayasan Jaringan Satwa Indonesia (JSI), hiu paus jantan ini memiliki panjang 8 meter dengan rentang sirip kanan dan kiri mencapai 150 sentimeter. Petugas Jaringan Satwa Indonesia, Risqia Ahanifan, menjelaskan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas perburuan atau luka fisik akibat aktivitas manusia pada tubuh hiu tersebut.
"Ini hiu paus memasuki usia remaja, jenis kelamin jantan dengan panjang 8 meter. Dugaan sementara, satwa terdampar akibat cuaca buruk, arus laut yang kuat, serta kemungkinan kondisi tubuhnya yang sedang sakit," terang Risqia.
Petugas selanjutnya melakukan nekropsi (autopsi hewan) guna memastikan penyebab pasti kematian satwa langka tersebut. Kemudian langsung menguburkan bangkai satwa tersebut di sekitar lokasi penemuan demi menjaga sanitasi lingkungan.
Camat Pekutatan, Wayan Yudana, menyampaikan bahwa proses penguburan dilakukan menggunakan alat berat. "Bangkai hiu paus ini langsung kita kuburkan di dekat lokasi menggunakan alat berat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga kenyamanan warga sekitar," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....