BKSDA Bali Perkuat Kolaborasi Konservasi Bersama Bali Monkey Rescue
- 14 Sep 2026 15:30 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Gianyar - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali memperkuat kolaborasi konservasi keanekaragaman hayati bersama Bali Monkey Rescue (BMR). Penguatan kerja sama dilakukan melalui Bimbingan Teknis Rencana Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait konservasi dan penyelamatan satwa primata, Jumat 11 September 2026.
Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, mengatakan konservasi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan lembaga masyarakat. Menurutnya, kerja sama diperlukan untuk mengisi kesenjangan dalam upaya perlindungan dan penyelamatan satwa.
"Kerja sama adalah sebuah keniscayaan. Konservasi alam adalah gotong royong, kerja bersama, atau collective action. Balai KSDA Bali membuka pintu selebar-lebarnya untuk kolaborasi dan kerja sama dengan BMR. Kita perlu filling the gap, mengisi kesenjangan yang ada bersama-sama," ujar Ratna.
Ratna menekankan kerja sama tersebut perlu dibangun berdasarkan prinsip Mutual Respect, Mutual Trust, dan Mutual Benefit. BMR juga diminta memahami regulasi, menyiapkan dokumen pendukung serta personel yang diperlukan untuk mendukung efektivitas pelaksanaan kerja sama. BKSDA Bali juga akan memberikan pendampingan dan edukasi kepada BMR, khususnya terkait proses pengajuan kerja sama serta pelaksanaan kegiatan penyelamatan satwa.
Bali Monkey Rescue merupakan yayasan non-pemerintah yang bergerak dalam penyelamatan, rehabilitasi, perlindungan dan edukasi satwa primata. Saat ini BMR memiliki 46 ekor primata yang terdiri atas Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dan Beruk (Macaca nemestrina).
Dalam kegiatan tersebut, BKSDA Bali turut melakukan pengecekan sarana dan prasarana milik BMR. Pengecekan dilakukan untuk melihat kesiapan fasilitas dalam mendukung penyelamatan dan penanganan satwa primata.
| Baca juga: Dua Satwa Liar Diserahkan kepada BKSDA Bali |
Pembina Bali Monkey Rescue, Ita Permatasari, mengapresiasi pendampingan yang diberikan BKSDA Bali dalam proses pengajuan rencana kerja sama. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi satwa maupun masyarakat.
"Kami berterima kasih kepada Balai KSDA Bali yang telah memberikan kesempatan kepada BMR untuk mendapatkan arahan dan pendampingan dalam proses pengajuan rencana kerja sama ini. Bagi kami, ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan pengelolaan BMR dalam upaya penyelamatan dan perlindungan satwa primata," ungkap Ita.
BKSDA Bali menegaskan implementasi kerja sama nantinya harus sesuai dengan ruang lingkup yang disepakati dan dilaksanakan secara konsisten serta bertanggung jawab. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat upaya penyelamatan dan perlindungan satwa primata sebagai bagian dari konservasi keanekaragaman hayati di Bali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....