Komunitas Bipolar Bali Ajak Masyarakat Hentikan Stigma terhadap Isu Bunuh Diri

  • 14 Sep 2026 08:37 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Masyarakat diminta menghentikan stigma dan penghakiman terhadap orang yang mengalami persoalan kesehatan mental maupun memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup. Edukasi mengenai kesehatan mental dinilai penting untuk membangun kepedulian dan empati di tengah masyarakat.

Ketua Komunitas Bipolar Bali, Ketut Vety, kepada RRI.CO.ID, 9 September 2026, mengungkapkan masyarakat masih kerap memberikan penilaian negatif terhadap korban maupun penyintas percobaan bunuh diri, khususnya melalui komentar di media sosial. Menurutnya, anggapan bahwa seseorang yang memiliki pikiran untuk bunuh diri sebagai pribadi yang lemah, berpikiran pendek, atau tidak memikirkan masa depan justru dapat memperburuk kondisi yang dialami.

“Yang perlu diubah dari cara pandang masyarakat itu adalah berhenti menghakimi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seseorang yang memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup membutuhkan bantuan dan dukungan, bukan penilaian negatif. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan persoalan kesehatan mental yang membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.

Vety menilai masyarakat perlu mendapatkan edukasi mengenai kesehatan mental agar lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya. Termasuk dalam menggunakan media sosial, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam menyampaikan komentar terhadap kasus bunuh diri.

“Menurut saya masyarakat perlu diedukasi lagi oleh penggiat kesehatan mental untuk bisa lebih peka terhadap sekitarnya, agar tidak banyak menghakimi dan memberikan judgement negatif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perubahan sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah belajar memahami isu kesehatan mental, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta menghindari komentar negatif terhadap orang yang sedang menghadapi persoalan kesehatan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....