Perubahan Perilaku Perlu Diwaspadai sebagai Tanda Risiko Bunuh Diri

  • 14 Sep 2026 08:38 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Keluarga dan orang terdekat diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku seseorang yang dapat menjadi tanda adanya risiko bunuh diri. Kondisi tersebut tidak selalu terlihat dari ekspresi sedih atau murung, karena seseorang yang sedang mengalami krisis masih dapat tersenyum, bercanda, hingga menjalankan aktivitas sehari-hari.

Psikiater dr. I Gde Yudhi Kurniawan, M.Biomed., SpKJ, MH.Kes Psikolog, kepada RRI.CO.ID, Rabu 9 September 2026, mengatakan masyarakat perlu memperhatikan perubahan dari kondisi seseorang yang biasanya. Ia menjelaskan, tanda yang perlu diwaspadai antara lain munculnya ucapan seperti merasa menjadi beban, merasa hidup tidak berguna, atau merasa lebih baik jika tidak ada.

Selain itu, perubahan perilaku seperti menarik diri, perubahan pola tidur secara drastis, kehilangan minat, perubahan emosi, hingga penggunaan alkohol atau narkoba juga perlu diperhatikan. Tanda lainnya dapat berupa mulai menulis surat atau wasiat, memberikan barang berharga kepada orang lain, menitipkan sesuatu kepada keluarga, maupun mengucapkan salam perpisahan yang tidak biasa.

Ia mengatakan riwayat percobaan bunuh diri sebelumnya juga merupakan faktor risiko penting yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, seseorang yang pernah mengalami percobaan bunuh diri membutuhkan tindak lanjut dan bukan penghakiman dari lingkungan sekitarnya.

Dukungan keluarga dan orang terdekat tetap penting, namun tidak menggantikan bantuan profesional. Bantuan profesional perlu dipertimbangkan ketika masalah semakin berat hingga mengganggu aktivitas, tidur, pendidikan, pekerjaan, atau ketika muncul gejala depresi, kecemasan berat, penggunaan zat, maupun perilaku melukai diri.

Menurutnya, kondisi yang sudah disertai pembicaraan mengenai bunuh diri, keraguan terhadap keselamatan diri, terlebih jika telah memiliki rencana spesifik dan akses terhadap sarana untuk melakukan percobaan, membutuhkan pertolongan segera. Ia menambahkan, pencegahan bunuh diri tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan.

Keluarga, sekolah, tempat kerja, masyarakat, hingga media memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mampu mengenali perubahan, memberikan dukungan, dan menghubungkan seseorang dengan pertolongan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....