Wamenko Pangan Apresiasi Pengelolaan Sampah dari Sumber di Denpasar

  • 14 Sep 2026 08:42 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pengelolaan sampah dari sumber menjadi perhatian Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau Bank Sampah Gema Pelita di SDN 5 Pedungan, Kota Denpasar, Kamis 10 September 2026. Ia mengapresiasi upaya sekolah membangun kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dini dengan melibatkan siswa dan keluarga.

Hanif mengatakan perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah harus dibangun sejak usia dini agar menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. Ia menilai keberadaan fasilitas pengolahan sampah di sekolah menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah.

“Ini suatu contoh yang kita lihat. Ketika ditanyakan kepada anak-anak, sudah tersedia tebe modern dan black composter, mereka menjawab sudah. Artinya, keseriusan Bapak Wali Kota ini menjadi langkah besar dalam penanganan sampah,” ujar Hanif.

Menurut Hanif, persoalan sampah merupakan tantangan serius bagi Bali, termasuk Kota Denpasar yang menjadi salah satu destinasi pariwisata internasional. Karena itu, pengelolaan sampah harus diperkuat mulai dari rumah tangga, hotel, sekolah hingga berbagai fasilitas lainnya.

Ia juga menyebut volume sampah yang masuk ke TPA Suwung berdasarkan laporan Pemerintah Provinsi Bali terus mengalami penurunan. Namun, upaya tersebut perlu diperkuat dengan memastikan sampah organik dapat ditangani langsung dari sumber.

“Sampah organik harus sudah diselesaikan di sumber. Ini yang terus kita dorong,” tegasnya.

Selain pengelolaan sampah dari sumber, pemerintah juga mendorong pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2027. Hanif berharap Denpasar dan Badung dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan sampah.

Kompleksitas persoalan di kedua daerah tersebut dinilai cukup tinggi karena tingginya aktivitas masyarakat dan jumlah wisatawan. “Kami sudah menyampaikan kepada kabupaten lain untuk belajar di Denpasar. Kompleksitasnya cukup tinggi dan kehadiran wisatawan cukup banyak dibandingkan jumlah penduduknya, tetapi pelayanan wisata tetap harus berjalan tanpa mengurangi upaya mengatasi masalah sampah,” katanya.

Ia juga berharap pengelolaan sampah di Kota Denpasar terus diperkuat sehingga dapat mendukung pencapaian penghargaan Adipura.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap upaya penanganan sampah di Kota Denpasar.

Menurutnya, edukasi sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam membangun budaya memilah dan mengelola sampah di masyarakat.

“Terima kasih atas apresiasi yang diberikan Bapak Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Pengelolaan sampah dari sumber menjadi langkah penting untuk mengurangi beban sampah yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir. Karena itu, edukasi kepada masyarakat, termasuk anak-anak di sekolah, terus kami perkuat,” ujar Arya Wibawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....