Gempa Guncang Bali, Dipicu Sesar Aktif Subduksi Indo Australia Eurasia
- 11 Sep 2026 11:54 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Sepanjang periode minggu pertama bulan September 2026, Stasiun Geofisika Denpasar kembali mencatat belasan gempa bumi mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya. Gempabumi yang didominasi gempa dangkal tersebut diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan sesar aktif.
PMG Ahli Pertama Stasiun Geofisika Denpasar Muhammad Azany Harits kepada RRI.CO.ID di Denpasar, Jumat 11 September 2026 mengatakan, wilayah Bali dan sekitarnya dilanda 19 kejadian gempabumi dengan magnitudo bervariasi mulai dari 1.9 hingga 3.5. Ia menjelaskan, gempa bumi tersebut didominasi gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km sebesar 57 persen dari total kejadian gempa bumi.
Azany Harits mengatakan, jumlah gempabumi dangkal sebanyak 11 kejadian, terdapat 8 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah antara 60 - 300 km atau 42 persen dari total kejadian gempabumi, dan tidak ada kejadian gempabumi dengan kedalaman lebih dari 300 km. “Belasan gempa bumi kembali mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya sepanjang minggu pertama bulan September 2026. Gempa yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan sesar aktif tersebut didominasi gempa dengan kedalaman kurang dari 60 km,” ujarnya.
Azany Harits mengungkapkan, dari total gempa yang terjadi, 78 persen atau 15 kejadian gempabumi tercatat bermagnitudo kurang dari 3. Sedangkan 4 kejadian gempa bumi dengan mangnitudo 3 hingga kurang dari 5 atau 21 persen dari total kejadian gempabumi dan tidak terdapat gempabumi dengan magnitudo lebih dari 5.
Berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar, dari total 19 kejadian gempabumi tersebut, 15 kejadian gempabumi terjadi di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia. Serta 4 kejadian gempabumi terjadi menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok dan sekitarnya yang diperkirakan berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores dan aktivitas sesar aktif. Selama periode ini tidak terdapat kejadian gempabumi yang dirasakan masyarakat di wilayah Bali dan sekitarnya. Masyarakat diimbau mengupdate informasi dan sumber terpercaya, karena hingga kini gempabumi belum bisa diprediksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....