BKSDA Bali Perkuat Peran Penyuluh Kehutanan
- 09 Sep 2026 14:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali memperkuat kapasitas penyuluh kehutanan melalui Temu Teknis Penyuluh Kehutanan Provinsi Bali Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan peran penyuluh dalam mendampingi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan hutan dan kawasan konservasi secara berkelanjutan.
Kepala KPH Bali Timur, Made Maha, mengatakan penyuluh memiliki peran penting dalam membangun keterbukaan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Menurutnya, hubungan tersebut membutuhkan proses melalui komunikasi dan pendampingan yang dilakukan secara bertahap.
"Ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Kita perlu hadir, berkomunikasi, dan membangun kepercayaan secara bertahap. Penyuluh memiliki peran penting untuk membangun hubungan tersebut," ujar Maha.
Sementara itu, Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menekankan penyuluh harus memahami kondisi kawasan yang menjadi wilayah pendampingannya. Pendekatan berbasis Resort Based Management (RBM) dinilai penting agar penyuluh mampu memetakan potensi sekaligus permasalahan di lapangan.
"Berbasis RBM, penyuluh harus tahu kawasan. Penyuluh harus tahu apa potensinya, apa permasalahannya, apa yang ada di kawasan," kata Ratna.
Ia menambahkan, penyuluh juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, pengelola kawasan, dan masyarakat. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada penyampaian program, tetapi juga mendengarkan kebutuhan masyarakat agar konservasi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan.
Temu Teknis Penyuluh Kehutanan Provinsi Bali 2026 digelar selama dua hari, 9 hingga 10 September 2026, di Kuta, Badung. Kegiatan mengusung tema "Transformasi Penyuluh Kehutanan: Go Digital, Go Impact, Go Sustainable" dan diikuti 40 peserta dari sejumlah instansi kehutanan di Bali.
Materi yang diberikan mencakup ekowisata berkelanjutan, pengukuran luas kelola Kelompok Tani Hutan atau KTH, pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI dalam penyuluhan, serta pengukuran dan validasi Nilai Transaksi Ekonomi. Melalui kegiatan ini, penyuluh diharapkan semakin adaptif, mampu memanfaatkan teknologi, memahami potensi kawasan, serta membangun komunikasi dengan masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku dan memperkuat upaya konservasi di Bali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....