Perbaikan Dermaga MB 2 Gilimanuk Picu Antrean Panjang, Armada Besar Dikerahkan

  • 06 Sep 2026 06:40 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Perbaikan Dermaga MB 2 di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, berdampak terhadap peningkatan kepadatan kendaraan yang akan menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kondisi tersebut dikeluhkan pengguna jasa penyeberangan karena menyebabkan waktu perjalanan menjadi lebih lama.

Anak Buah Kapal (ABK) KMP Karya Maritim 3, Vemas Wian Nova, kepada RRI.CO.ID, Jum’at, 4 September 2026 mengatakan, kepadatan kendaraan terjadi karena Dermaga MB 2 di Pelabuhan Gilimanuk tengah menjalani perbaikan untuk meningkatkan kapasitas dermaga menjadi 50 ton. “Perbaikan satu dermaga saja memang sangat berpengaruh. Terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke kapal,” ujarnya.

Menurut Vemas, kondisi tersebut membuat pihak ASDP mendatangkan kapal perbantuan untuk membantu mengurangi kepadatan kendaraan di lintasan Gilimanuk-Ketapang. Ia menyebut, dari sisi jadwal keberangkatan kapal, sejauh yang diamatinya masih berjalan normal. Namun, kepadatan justru terjadi cukup parah di kawasan Pelabuhan Ketapang.

“Kalau secara yang saya lihat, jadwal tetap normal saja. Hanya saja di Ketapang mengalami kemacetan parah,” ungkapnya.

Vemas mengatakan antrean panjang yang terjadi saat ini berbeda dengan kondisi normal. Biasanya, kepadatan kendaraan dengan situasi serupa lebih sering terjadi pada periode hari besar atau musim tertentu.

Namun, dengan adanya perbaikan dermaga, antrean kendaraan kini juga terjadi di luar momentum tersebut. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak terhadap pengguna jasa yang memiliki tujuan perjalanan dengan waktu kedatangan tertentu.

“Biasanya situasi antrean atau macet seperti ini hanya berlaku di hari-hari besar, tapi sekarang dikarenakan ada perbaikan dermaga, situasinya banyak yang mengeluhkan,” katanya.

Keluhan, menurut Vemas, tidak hanya datang dari para sopir kendaraan angkutan, tetapi juga pengguna jasa penyeberangan lainnya yang mengalami keterlambatan tiba di tempat tujuan. Ia menilai kondisi kepadatan yang semakin mengkhawatirkan perlu menjadi perhatian pengelola pelabuhan. Salah satu hal yang menurutnya perlu dipertimbangkan yakni ketersediaan kapal dengan kapasitas yang lebih besar dan memadai.

“Pihak pelabuhan harus lebih berpikir lagi bahwa kapal-kapal saat ini perlu kapal yang berukuran lebih besar atau memadai,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....