TP Posyandu Bali Perkuat Peran Kader, Kini Tak Hanya Bidang Kesehatan
- 03 Sep 2026 15:48 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali menggelar aksi sosial “Membina dan Berbagi” di dua lokasi di Kabupaten Bangli, Rabu 2 September 2026. Selain menyerahkan bantuan kepada 104 kader Posyandu, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat pemahaman kader mengenai transformasi Posyandu yang kini mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Aksi sosial pertama berlangsung di Wantilan Pura Dalem Gede Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, dengan melibatkan 50 kader dari enam Posyandu. Kegiatan kemudian dilanjutkan di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Bebalang, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli, yang diikuti 54 kader dari lima Posyandu.
Dalam kesempatan tersebut, setiap kader menerima bantuan dari Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi para kader yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ny. Putri Koster dalam arahannya menjelaskan bahwa Posyandu telah mengalami transformasi. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi turut mendukung pemenuhan enam bidang SPM, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Untuk memudahkan kader mengingat enam bidang tersebut, Ny. Putri Koster memperkenalkan singkatan P3K ST, yaitu Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Kesehatan, Sosial, serta Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. Seiring dengan perluasan peran itu, kader Posyandu didorong semakin peka dan proaktif dalam mengenali berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Misalnya, ada warga yang kesulitan melanjutkan pendidikan anak. Kader Posyandu bidang pendidikan bisa memfasilitasi dan berkoordinasi dengan perbekel setempat,” ujar Ny. Putri Koster.
Untuk persoalan pendidikan tinggi, ia juga menyampaikan adanya Program 1 Keluarga 1 Sarjana dari Pemerintah Provinsi Bali yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai persyaratan yang berlaku. “Kalau memang memenuhi syarat, bisa diarahkan ke program ini,” imbuhnya.

Ny. Putri Koster menambahkan, kepekaan kader juga diperlukan dalam mengenali persoalan ketenteraman dan ketertiban di masyarakat. Jika menemukan persoalan seperti pencurian, kader dapat mencatat dan meneruskan informasi kepada pihak terkait sesuai kewenangannya.
Dengan demikian, kader Posyandu diharapkan mampu menjadi penghubung antara persoalan yang dihadapi masyarakat dengan pelayanan pemerintah yang dibutuhkan. Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, mengapresiasi pelaksanaan aksi sosial “Membina dan Berbagi” di Kabupaten Bangli.
Ia menyebutkan saat ini terdapat 370 Posyandu yang tersebar di 68 desa dan empat kelurahan di Kabupaten Bangli. Menurutnya, sosialisasi mengenai transformasi Posyandu perlu terus dilakukan secara intensif.
Sebab, Posyandu yang selama ini lebih dikenal sebagai layanan kesehatan kini memiliki cakupan yang jauh lebih luas melalui enam bidang SPM. Ia memastikan TP Posyandu Kabupaten Bangli bersama jajaran terkait siap mendukung penguatan peran Posyandu tersebut.
Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menekankan pentingnya membangun pemahaman kader hingga tingkat banjar. Menurutnya, perluasan cakupan Posyandu menjadi enam SPM akan terasa sulit apabila kader belum memahami posisi dan tugasnya.
Ia menjelaskan, transformasi Posyandu pada prinsipnya bertujuan mendekatkan pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, kader diharapkan mampu mengenali dan mendata kebutuhan maupun persoalan masyarakat untuk kemudian diteruskan melalui jalur koordinasi yang tepat.
“Sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Mari jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar terpadu yang responsif dan berbasis data,” ujarnya.
Anom Agustina juga mengingatkan bahwa kader Posyandu bukan eksekutor seluruh layanan dalam enam SPM. Kader memiliki peran penting dalam mencatat dan mendata persoalan yang ditemukan di masyarakat, kemudian menyampaikannya kepada kelian banjar untuk diteruskan kepada perbekel hingga jenjang pemerintahan berikutnya sesuai kewenangan masing-masing.
Melalui aksi sosial “Membina dan Berbagi”, TP Posyandu Provinsi Bali tidak hanya memberikan apresiasi kepada para kader, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang posisi Posyandu sebagai penghubung antara kebutuhan masyarakat dan pelayanan dasar pemerintah. Dengan kader yang semakin peka, responsif, dan memahami alur koordinasi, transformasi Posyandu diharapkan mampu menghadirkan pelayanan dasar yang lebih dekat, terpadu, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....