HIMANIKA Unud Gelar Seminar Nasional Bahas Media di Era Algoritma
- 30 Agt 2026 10:45 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana (HIMANIKA FISIP Unud) menggelar Seminar Nasional sebagai puncak Communication Events 2026. Kegiatan tersebut membahas perkembangan media digital dan pengaruh algoritma terhadap cara masyarakat menerima informasi.
Seminar bertema “Algorithm-Driven News Shifting Public Perception and Behavior in The Digital Platform Era” berlangsung di Aula Lecture Building, Kampus Jimbaran Universitas Udayana, Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan menghadirkan Pendiri dan CEO Kolase sekaligus jurnalis lepas, Arief Priyono, serta praktisi komunikasi dan dosen Ilmu Komunikasi LSPR Institute, Anak Agung Istri Putri Dwijayanti, M.I.Kom.
Dwijayanti membahas perubahan penyaringan informasi sejak berkembangnya platform digital. Menurutnya, algoritma ikut menentukan informasi yang diterima pengguna berdasarkan aktivitas mereka.
“Perbedaan terbesar di distribusinya itu adalah di gatekeeper-nya. Kalau mungkin dulu gatekeeper-nya adalah kita sebagai manusia, tapi kalau sekarang gatekeeper-nya ada di algoritma,” ujar Dwijayanti.
Dwijayanti menjelaskan algoritma dapat membaca informasi yang dicari, disukai, dan sering dilihat pengguna. Hal tersebut membuat konten yang diterima pengguna cenderung mengikuti minat dan kebiasaannya.
Ia menyebut pola tersebut dapat membentuk filter bubble yang membuat pengguna kurang mengetahui informasi di luar lingkup minatnya. Pengguna perlu mencari informasi dari sumber lain untuk mendapatkan sudut pandang yang lebih beragam.
“Kadang filter bubble itu membuat kita tidak tahu apa yang sedang terjadi atau update apa yang sedang terjadi di dunia lain, kecuali kita mencari tahu,” jelasnya.
Arief Priyono membahas tantangan jurnalis dalam menghadapi perubahan distribusi informasi di platform digital. Menurutnya, pemahaman terhadap algoritma dan perilaku audiens diperlukan sebagai bagian dari kerja jurnalistik.
“Algoritma dan interest dan behavior itu hanya sebuah perangkat-perangkat untuk menuju apa yang seharusnya jurnalis lakukan, membela kepentingan publik,” kata Arief.
Arief turut menyampaikan pentingnya menentukan bidang yang spesifik bagi jurnalis dan kreator konten. Menurutnya, fokus pada bidang tertentu dapat membantu membangun identitas yang kuat.
“Kita harus mampu mengkategorikan diri kita itu sebagai jurnalis spesialis apa, konten kreator spesialis apa, sehingga brand identity kita kuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bidang yang dipilih perlu memiliki audiens dan kebutuhan yang jelas. Menurut Arief, niche yang layak memiliki audiens yang jelas, masalah yang berulang, bukti kebutuhan, dan nilai ekonomi.
“Yang namanya niche yang layak itu yang memenuhi empat syarat ini, ada audiensnya yang sudah jelas, ada masalah yang berulang, ada bukti dan ada uang,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....