Ny. Putri Koster Minta Ilmu Bimtek Posyandu Tak Berhenti di Ruang Pelatihan

  • 29 Agt 2026 21:55 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Sebanyak 1.257 pengurus Tim Pembina (TP) Posyandu di Bali telah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) hingga Angkatan XI. Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, meminta para peserta tidak berhenti pada pemahaman pribadi, tetapi segera menularkan pengetahuan tentang transformasi Posyandu hingga ke tingkat kader di banjar.

Hal tersebut disampaikan Ny. Putri Koster saat menutup Bimtek Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Jumat 28 Agustus 2026. Bimtek berlangsung selama tiga hari 26-28 Agustus 2026 dan diikuti 111 peserta dari Kabupaten Jembrana.

“Apa yang diperoleh di sini, sosialisasikan hingga kader Posyandu yang bertugas di masing-masing banjar. Kalau apa yang diperoleh dalam Bimtek didiamkan, ya tidak akan ada gunanya,” tegas Ny. Putri Koster.

Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh selama Bimtek harus diteruskan secara berjenjang agar transformasi Posyandu benar-benar dipahami hingga tingkat paling bawah. Terlebih, Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi telah mengalami perluasan tugas yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Untuk mengatasi keterbatasan anggaran dalam proses sosialisasi, Ny. Putri Koster mendorong pengurus TP Posyandu di kabupaten/kota memanfaatkan teknologi digital. Salah satunya dengan menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menggelar sosialisasi secara daring.

Ny. Putri Koster menekankan pentingnya perubahan pola pikir seluruh jajaran pengurus dan kader mengenai posisi serta tugas Posyandu. Saat ini, Posyandu telah berstatus sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dengan cakupan tugas yang lebih luas.

Ia menilai tantangan terbesar bukan sekadar meningkatkan kemampuan teknis kader, tetapi mengubah pemahaman lama yang masih mengidentikkan Posyandu dengan kegiatan penimbangan bayi dan balita.

“Kita harus cepat mengalihkan pemikiran bahwa saat ini ada bidang-bidang selain kesehatan yang menjadi tugas Posyandu,” ujarnya.

Karena itu, kader diminta memahami enam bidang SPM secara utuh dan menjalankan peran sesuai kapasitasnya. Ia juga mengingatkan agar kader tidak memaknai tugas tersebut secara rumit.

Ia mencontohkan kader yang mendapat tugas pada bidang pekerjaan umum. Menurutnya, tugas tersebut bukan berarti kader harus turun langsung memperbaiki jalan atau rumah warga.

“Kader Posyandu tugasnya menyerap aspirasi dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi warga, kemudian disampaikan dan dikoordinasikan dengan perangkat desa,” jelasnya.

Dengan pola tersebut, kader diharapkan menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah desa. Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan, tetapi juga ruang untuk mendeteksi berbagai persoalan masyarakat sejak tingkat keluarga dan lingkungan. Bimtek Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026 diikuti 111 peserta yang merupakan pengurus dan kader Posyandu dari Kabupaten Jembrana. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026.

Hingga Angkatan XI, total pengurus TP Posyandu yang telah mengikuti Bimtek mencapai 1.257 orang. Jumlah tersebut diharapkan menjadi modal penguatan kapasitas Posyandu di seluruh Bali.

Ny. Putri Koster berharap para peserta segera menerapkan sekaligus menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan. Dengan demikian, transformasi Posyandu tidak berhenti pada jajaran pengurus, tetapi benar-benar dipahami dan dijalankan oleh kader hingga tingkat banjar.

Upaya tersebut dinilai penting agar Posyandu mampu menjalankan peran barunya sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa yang memberikan pelayanan lebih luas kepada masyarakat sekaligus menjadi salah satu penggerak pembangunan dari tingkat keluarga hingga desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....