Daya Listrik TPST Mengwitani Naik 8 Kali Lipat, PLN Dukung Pengolahan 120 Ton Sampah

  • 30 Agt 2026 11:06 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung — PT PLN (Persero) menaikkan kapasitas listrik Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mengwitani, Kabupaten Badung, dari 131 kilovolt ampere (kVA) menjadi 1.110 kVA. Penguatan pasokan ini dilakukan untuk menopang operasional pengolahan sampah sekaligus mengantisipasi ekspansi kapasitas fasilitas tersebut.

Kenaikan daya lebih dari delapan kali lipat itu dilakukan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Selatan seiring meningkatnya kebutuhan listrik di TPST Mengwitani. Saat ini, fasilitas milik Pemerintah Kabupaten Badung tersebut menangani lebih dari 120 ton sampah per hari.

Dari jumlah tersebut, sekitar 90 ton sampah per hari dipilah menggunakan sistem hybrid yang memadukan tenaga manusia dan mesin conveyor. TPST Mengwitani mengolah sampah melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemilahan hingga menghasilkan produk bernilai guna, seperti Refuse Derived Fuel (RDF) dan kompos.

Salah satu fasilitas yang membutuhkan dukungan listrik adalah mesin pengolahan sampah organik RA-X, bantuan dari Pemerintah Kota Toyama, Jepang. Mesin tersebut mampu mengolah sekitar 40–70 ton sampah organik per hari, seperti sisa makanan dan buah, menjadi kompos.

Manager PLN UP3 Bali Selatan, Alexander J. Manuhuwa, mengatakan peningkatan daya merupakan bentuk komitmen PLN dalam memastikan kebutuhan listrik pelanggan terpenuhi secara andal, termasuk untuk fasilitas pengelolaan lingkungan.

“PLN siap mendukung kebutuhan listrik TPST Mengwitani agar operasional dan pengembangan fasilitas pengolahan sampah dapat berjalan optimal. Sejalan dengan rencana pengembangan kapasitas, PLN juga siap menindaklanjuti permintaan kenaikan daya dari 1,11 MVA menjadi 3,45 MVA sesuai ketentuan dan kesiapan teknis sistem,” ujar Alexander, Sabtu 29 Agustus 2026.

Menurut Alexander, peningkatan kebutuhan listrik sejalan dengan berkembangnya aktivitas pengolahan sampah di TPST Mengwitani. PLN tidak hanya memastikan kecukupan pasokan untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga membuka ruang pengembangan kapasitas kelistrikan sesuai pertumbuhan kebutuhan pelanggan.

“Kami melihat pengelolaan sampah merupakan aktivitas produktif yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat. PLN akan terus memastikan kebutuhan listriknya dapat dilayani secara andal sehingga fasilitas pengolahan dapat berkembang dan memberikan manfaat yang semakin besar,” tambahnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Dr. Ir. Made Rai Warastuthi, S.T., M.Si., mengapresiasi dukungan PLN dalam memenuhi kebutuhan kelistrikan TPST Mengwitani. “Kami mengapresiasi dukungan PLN yang sangat membantu operasional TPST Mengwitani. Dengan dukungan kelistrikan yang memadai, kami dapat mengoptimalkan fasilitas yang ada sekaligus mempersiapkan pengembangan kapasitas pengelolaan sampah ke depan,” ujarnya.

Dengan kapasitas listrik yang kini mencapai 1.110 kVA, PLN UP3 Bali Selatan mendukung kebutuhan energi berbagai proses di TPST Mengwitani, mulai dari pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga produksi RDF. Penguatan pasokan listrik tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN menghadirkan layanan kelistrikan yang andal dan responsif sekaligus mendukung aktivitas produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Ke depan, PLN siap menindaklanjuti rencana peningkatan daya hingga 3,45 MVA, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan kesiapan teknis sistem kelistrikan. Penguatan pasokan listrik ini diharapkan dapat menopang pengembangan TPST Mengwitani sebagai fasilitas pengolahan sampah yang semakin produktif, efisien, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....