Waspada Zika bagi Kelompok Rentan, Pakar FK Unud Imbau Ibu Hamil Perketat Proteksi
- 30 Agt 2026 11:28 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Virus Zika perlu diwaspadai terutama oleh kelompok rentan, termasuk ibu hamil. Dosen Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Dr. dr. I Wayan Gede Artawan Eka Putra, M.Epid., kepada RRI.CO.ID, Jum’at, 28 Agustus 2026 menjelaskan infeksi Zika pada ibu hamil berpotensi berdampak terhadap janin. Ia mengatakan virus Zika paling sering ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk tersebut juga dikenal sebagai vektor penyakit demam berdarah dengue.
“Penularannya melalui gigitan nyamuk dan bisa juga melalui hubungan seksual, termasuk ibu hamil ke janinnya. Yang paling sering memang dari gigitan nyamuk,” ujarnya.
Menurut Dr. Artawan, masa inkubasi Zika dari masuknya virus melalui gigitan nyamuk hingga munculnya tanda dan gejala berkisar empat sampai tujuh hari. Gejala yang muncul pada orang dewasa dapat berupa demam, ruam kemerahan, konjungtivitis, nyeri sendi, serta sakit kepala.
Tingkat keparahan gejala dapat bervariasi dari ringan hingga sedang. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena gejala yang relatif ringan dapat membuat seseorang menganggap dirinya hanya mengalami sakit biasa.
Akibatnya, kondisi infeksi dapat tidak segera dikenali. “Karena gejalanya ringan, kadang penularan memang bisa lebih berpotensi terjadi karena orang yang sakit merasa, ‘Oh, saya sakit biasa saja,’ terutama pada orang dewasa,” ungkapnya.
Ia menegaskan perhatian lebih perlu diberikan terhadap ibu hamil. Virus Zika yang menginfeksi ibu hamil dapat diteruskan kepada janin dan berpotensi menyebabkan kecacatan pada janin.
Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi juga dapat mengalami kondisi yang lebih berat dibandingkan orang dewasa pada umumnya. “Kalau pada ibu hamil itu bisa kondisi yang lebih berat, bahkan sampai penurunan kesadaran,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan perlindungan pribadi dari gigitan nyamuk, tetapi juga melakukan pengendalian sumber perkembangbiakannya. Dr. Artawan menilai PSN dengan 3M Plus menjadi langkah utama dalam mencegah penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes.
Masyarakat diminta rutin menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk, serta menggunakan kembali atau mendaur ulang barang yang berpotensi menampung air. Penggunaan lotion antinyamuk dapat menjadi perlindungan tambahan, terutama ketika masyarakat berada di lokasi yang berpotensi terdapat banyak nyamuk.
Sementara bagi masyarakat yang melakukan perjalanan ke daerah yang memiliki riwayat kasus Zika, ia menyarankan agar mempersiapkan kondisi tubuh dan perlindungan terhadap gigitan nyamuk. “Kalau kita perjalanan ke daerah-daerah yang endemis, ada baiknya kita mempersiapkan diri, baik kondisi tubuh maupun proteksi terhadap tubuh, terutama mencegah gigitan menggunakan losion,” katanya.
Ia juga menyarankan masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga. Terkait pemberitaan mengenai travel warning ke Bali setelah adanya wisatawan yang dilaporkan positif Zika, Dr. Artawan meminta masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan bahwa telah terjadi wabah atau penularan di Bali.
Menurutnya, data surveilans menjadi dasar penting dalam menentukan kondisi penularan suatu penyakit. Berdasarkan sistem pemantauan yang ada, ia menyebut belum ditemukan kasus positif Zika di Bali selain kasus yang dilaporkan datang tersebut.
“Belum bisa dipastikan apakah benar penularan terjadi di Bali,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan. Pencegahan dapat dilakukan mulai dari lingkungan rumah masing-masing dengan memastikan tidak ada tempat yang menjadi sarang nyamuk.
“Pencegahannya kurang lebih sama dengan pencegahan demam berdarah dengue dan chikungunya. Yang paling efektif pertama adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk seminggu sekali dengan 3M Plus,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....