Rahayu Saraswati: Ekosistem Nuanu Contoh Nyata Pemberdayaan UMKM
- 30 Agt 2026 11:30 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Tabanan - Penguatan ekosistem usaha lokal menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan Komisi VII DPR RI dengan perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian UMKM, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bank BPD Bali, pelaku UMKM lokal, dan pelaku ekonomi kreatif.
Dalam pertemuan tersebut dibahas bagaimana keterlibatan UMKM dan masyarakat lokal dapat diperluas melalui ekosistem ekonomi kreatif, termasuk membuka akses terhadap konsumen, jaringan usaha, kolaborasi, dan peluang pasar. Nuanu Creative City menjadi salah satu contoh ekosistem yang melibatkan pelaku usaha lokal, wirausahawan, dan masyarakat dalam berbagai kegiatan operasional maupun program komunitas.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam bahan kegiatan, Nuanu saat ini bekerja sama dengan 668 UMKM di Bali. Lebih dari 370 di antaranya merupakan pelaku usaha perorangan yang bergerak sebagai perajin, pemilik warung, pengemudi, penyedia jasa laundry, hingga pekerja kebun.
Keterlibatan tersebut mencakup berbagai sektor, seperti makanan dan minuman, lanskap, katering, transportasi, serta kebutuhan operasional lainnya. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, mengatakan pengalaman tersebut dapat menjadi contoh bagaimana infrastruktur dan ekosistem ekonomi kreatif membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
“Nuanu dapat menjadi salah satu contoh bagaimana infrastruktur dan ekosistem ekonomi kreatif dapat membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk ikut terlibat dan berkembang,” katanya.
Rahayu berharap model tersebut dapat dipelajari dan dikembangkan di tempat lain dengan menyesuaikan karakteristik daerah masing-masing. Menurutnya, manfaat dari pengembangan ekosistem ekonomi kreatif tidak hanya dilihat dari kegiatan usaha, tetapi juga dari kemampuan membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM dan masyarakat.
Selain keterlibatan UMKM dalam kegiatan operasional, aktivitas ekonomi lokal juga didukung melalui kemitraan dengan organisasi berbasis masyarakat, termasuk Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. Ketua BUMDes Beraban, I Gede Putu Waisnawa, mengatakan pemanfaatan BUMDes dalam penyaluran kebutuhan program dapat membantu menjaga perputaran nilai ekonomi di tingkat desa.
“Bantuan pangan yang kami salurkan dibeli dan didistribusikan melalui BUMDes, sehingga nilai ekonominya tetap berputar di dalam desa,” ujarnya.
Dalam bahan kegiatan disebutkan, model tersebut telah diterapkan di 18 desa di Tabanan. Nuanu juga disebut saat ini bekerja sama dengan 38 UMKM dan BUMDes lokal dalam pelaksanaan berbagai program.
Sementara itu, CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan pihaknya melihat Nuanu sebagai bagian dari ekosistem yang lebih besar. Menurutnya, keterhubungan antara pelaku usaha lokal, masyarakat, lembaga keuangan, dan sektor swasta dapat menciptakan lebih banyak peluang.
“Kami melihat Nuanu sebagai salah satu bagian dari ekosistem yang jauh lebih besar. Dari pengalaman kami, ketika pelaku usaha lokal, masyarakat, lembaga keuangan, dan sektor swasta dapat saling terhubung, akan semakin banyak peluang yang bisa tercipta,” ujarnya.
Lev menambahkan, forum tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus mendengar perspektif pemerintah, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan terkait tantangan serta peluang UMKM dan ekonomi kreatif. Kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Nuanu Creative City diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membuka akses pembiayaan sekaligus memperluas peluang UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem ekonomi kreatif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....