Mitigasi Berbasis Masyarakat dengan Kenali Potensi Bencana

  • 28 Agt 2026 19:18 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Mitigasi berbasis masyarakat menjadi strategi pengurangan risiko bencana yang menempatkan warga lokal sebagai garda terdepan dalam pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganan darurat sebelum maupun pasca bencana. Apalagi Bali menjadi salah satu daerah di Indonesia dengan potensi bencana hidrometeorologi yang tinggi.

Analis Kebencanaan Ahli Pertama BPBD Provinsi Bali Obed Ndapa Wawa kepada RRI.CO.ID di Denpasar, Jumat 28 Agustus 2026 mengatakan, mitigasi berbasis masyarakat difokuskan pada mengenali karakteristik wilayah, sehingga masyarakat memahami karakteristik daerah tempat tinggalnya masuk kategori rawan banjir, longsor, gempa bumi, atau tsunami. Dengan mitigasi tersebut, massyarakat akan memahami langkah yang harus dilakukan sebelum, saat maupun pascabencana.

Ia menjelaskan, masyarakat juga harus dilibatkan dalam berbagai pelatihan mitigasi maupun simulasi, agar bisa melakukan evakuasi mandiri sebelum bantuan tiba. Menurut Obed Ndapa Wawa, mitigasi berbasis masyarakat akan lebih efektif menekan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi dibandingkan penanganan pascabencana.

Karena, sudah dilakukan pemetaan titik kumpul yang aman dan jalur evakuasi saat terjadi bencana. “Mitigasi berbasis masyarakat menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Dengan mengenali potensi bencana menjadi kunci mewujudkan mitigasi yang cepat, tepat, dan meminilamisir korban jiwa.,”

Obed Ndapa Wawa mengatakan, mitigasi berbasis masyarakat akan membiasakan masyarakat mengenali potensi bencana di wilayah sekitarnya. Hal tersebut penting agar masyarakat memahami dan bisa membaca tanda - tanda alam sebelum terjadi bencana.

“Pengetahuan terkait potensi bencana akan membantu mengurangi dampak buruk pada korban jiwa maupun kerugian materiil. Kesiapsiagaan akan menghasilkan tindakan tanggap yang terkoordinasi dalam penanggulangan bencana,”tuturnya.

Mitigasi Berbasis Masyarakat menjadikan masyarakat sebagai penggerak utama dalam mengenali potensi bencana dan langkah dalam penyelamatan diri. Mitigasi tersebut berupa memahami jalur evakuasi mandiri, mengenali tanda-tanda alam maupun karakteristik wilayah tempat tinggal.

Selain itu, nasyarakat juga bisa melakukan aksi bersih sungai, reboisasi, penanaman mangrove dan pengelolaan sampah terpadu untuk mencegah bencana hidrometeorologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....