Putri Koster Tekankan Transformasi Posyandu Jadi Pusat Pelayanan
- 27 Agt 2026 13:08 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar– Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan Posyandu kini telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hal itu disampaikan saat membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Rabu 26 Agustus 2026.
Ny. Putri Koster mengatakan, Posyandu tidak lagi hanya identik dengan pelayanan penimbangan bayi dan balita. Perannya kini berkembang mencakup enam bidang SPM, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.
“Posyandu telah mengalami transformasi peran yang mendasar. Karena itu, perubahan ini harus diikuti dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi para kader,” ujarnya.
Menurutnya, kader Posyandu memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kader tidak hanya dituntut memahami pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mampu berperan sebagai edukator, motivator, dan fasilitator dalam berbagai aspek pembangunan.

Melalui pendekatan humanis dan semangat gotong royong, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat. Peran tersebut antara lain membangun kesadaran tentang pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, gizi keluarga, hingga memperkuat solidaritas sosial.
“Kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat, membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, dan gizi keluarga, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Selain itu, kader juga memiliki peran dalam memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, menjaga kelestarian lingkungan, mendorong pendidikan anak, memperkuat kepedulian sosial, serta mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam berbagai program pemerintah. Ny. Putri Koster menekankan, pembangunan yang berkualitas berawal dari keluarga yang sehat dan lingkungan yang tertata.
Karena itu, keberadaan Posyandu menjadi penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat dari tingkat keluarga hingga desa. Ia berharap pelaksanaan Bimtek dapat meningkatkan pemahaman kader terhadap tugas dan fungsi Posyandu dalam enam bidang SPM.
Kader juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah desa, perangkat daerah, serta pemangku kepentingan lainnya. “Dengan kader yang memiliki kapasitas dan semangat pengabdian, kita berharap Posyandu dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pembangunan Bali yang sehat, maju, harmonis, dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Bimtek Posyandu, Komang Sriani, melaporkan Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026 diikuti 111 peserta yang seluruhnya merupakan kader Posyandu dari Kabupaten Jembrana. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman kader mengenai Posyandu enam bidang SPM sebagai dasar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bimtek juga diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi kader dalam memberikan edukasi serta pendampingan sesuai bidang layanan. Selain itu, kegiatan menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara kader Posyandu dengan pemerintah desa, perangkat daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.
Pelayanan dasar kepada masyarakat diharapkan dapat berlangsung berkualitas, merata, dan berkelanjutan. Bimtek juga diarahkan untuk mengoptimalkan peran Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).
Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026. Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan semakin siap menjalankan peran strategis Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat sekaligus penggerak pembangunan dari tingkat keluarga hingga desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....