Penguatan Subak dan Hilirisasi Jadi Kunci Pertahankan Swasembada Pangan
- 27 Agt 2026 13:10 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pertahanan status swasembada pangan nasional memerlukan penguatan dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan kapasitas lembaga lokal seperti Subak di Bali, penyediaan benih unggul, hingga kepastian harga di tingkat petani. Ketua Perhepi Bali sekaligus Rektor Universitas Dwijendra, Prof. Gede Sedana, kepada RRI.CO.ID, Sabtu, 15 Agustus 2026 menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan petani harus menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan pertanian nasional, tidak hanya terpaku pada indikator Nilai Tukar Petani (NTP).
“Hal paling mendesak yang harus dilakukan pemerintah adalah penguatan kelompok tani atau lembaga Subak di Bali melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Jika petani tidak sejahtera, akan muncul demotivasi dalam berusaha tani yang dapat mengganggu pencapaian swasembada,” ujarnya.
Di sektor hulu, riset dan inovasi teknologi dituntut mampu melahirkan varietas benih unggul berproduktivitas tinggi yang adaptif terhadap variasi iklim wilayah Indonesia. Sementara pada sektor hilir, intervensi pemerintah diperlukan untuk mengamankan rantai pemasaran hasil panen.
“Di hulu, lembaga penelitian harus mampu menghasilkan benih berkualitas yang bisa berproduksi di atas 10 ton per hektar dengan kepresisian teknologi. Selanjutnya, peran pemerintah sangat vital di hilir, mulai dari proses panen, pengangkutan, penyimpanan, hingga pemasaran agar petani tidak mengalami kesulitan dan benar-benar merasakan manfaat ekonomi dari hasil produksi mereka,” pungkas Prof. Gede Sedana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....