Rakerda MUI Jembrana Susun Program Kerja untuk Menjawab Persoalan Masyarakat
- 27 Agt 2026 13:15 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jembrana menggelar pengukuhan pengurus masa khidmat 2025-2030 sekaligus Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran pengurus untuk menyusun program kerja yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan dan persoalan masyarakat.
Ketua Pelaksana Rakerda MUI Jembrana, Agus Setiawan, kepada RRI, Sabtu, 8 Agustus 2026 mengatakan kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WITA. Rangkaian kegiatan diawali dengan pengukuhan pengurus MUI Kabupaten Jembrana masa khidmat 2025-2030, kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja antar-komisi.
“Agendanya adalah pengukuhan dan Rakerda Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jembrana masa khidmat 2025-2030. Setelah pengukuhan, dilanjutkan rapat kerja antar-komisi untuk menyusun program satu tahun ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Rakerda menjadi ruang bagi masing-masing komisi untuk menyusun program sesuai bidang tugasnya. Beberapa komisi yang terlibat di antaranya Komisi Fatwa dan Dakwah, Komisi Perekonomian, Komisi Pendidikan, Komisi Pemberdayaan Perempuan, serta Komisi Pemerintahan dan Informatika.
Menurutnya, setiap komisi memiliki program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu contoh yang dibahas yakni program di bidang ekonomi berupa pelatihan kewirausahaan bagi pelaku UMKM.
“Setiap komisi mempunyai program tersendiri. Program tersebut disusun berdasarkan bidang masing-masing dan nantinya diharapkan bisa dilaksanakan untuk menyentuh persoalan yang ada di masyarakat,” ungkapnya.
Agus menegaskan, hasil pembahasan dalam Rakerda belum langsung menjadi program yang dijalankan. Setiap komisi terlebih dahulu menyusun rancangan program, kemudian draf tersebut akan disampaikan kepada jajaran pengurus untuk mendapatkan persetujuan.
“Rakerda ini baru menghasilkan draf. Setelah itu draf dikirim kepada pengurus untuk dibahas dan disetujui oleh Ketua MUI. Setelah mendapatkan persetujuan, baru program tersebut dijalankan,” jelasnya.
Ia berharap program yang disusun tidak hanya menjadi agenda kelembagaan, tetapi benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, setiap program diarahkan agar mampu menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat dasar.
“Program-programnya diharapkan bisa menyentuh akar masyarakat, terutama melihat apa permasalahan yang ada di masyarakat,” katanya.
Rakerda MUI Jembrana juga dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan lembaga terkait. Agus menyebutkan, sejumlah undangan yang hadir antara lain perwakilan Bupati Jembrana, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda, perwakilan TNI dan Polri, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, serta Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB. Secara keseluruhan, peserta dan undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar 150 orang.
Agus mengatakan keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi dan kemitraan antara MUI, pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat. Ia menyebut Rakerda mengangkat tema “Meneguhkan Komitmen MUI Jembrana dalam Menjaga Persatuan Umat dan Kemitraan dengan Pemerintah dalam Mewujudkan Jembrana yang Aman, Damai, dan Harmoni.”
Menurutnya, tema tersebut sejalan dengan kondisi masyarakat Jembrana yang majemuk. Karena itu, komunikasi dan hubungan baik antarumat perlu terus dijaga. “Jembrana ini masyarakatnya majemuk. Karena itu, komunikasi dan mempererat tali persaudaraan antarumat menjadi penting untuk menjaga persatuan dan menciptakan Jembrana yang aman, damai, dan harmoni,” tegasnya.
Agus berharap seluruh program yang telah disusun oleh masing-masing komisi dapat direalisasikan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Harapan saya, program-program yang sedang diprogramkan atau disusun oleh komisi-komisi dapat tercapai dan tepat sasaran untuk kesejahteraan masyarakat secara umum,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....