Keramba Mangkrak, HNSI Melaya Soroti Pengawasan Bantuan Pemerintah untuk Nelayan

  • 27 Agt 2026 08:59 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Dukungan pemerintah terhadap peningkatan kapasitas perekonomian nelayan melalui berbagai program bantuan dinilai sudah cukup banyak digelontorkan. Namun, efektivitas pemanfaatan bantuan tersebut di tingkat dasar masih menghadapi tantangan serius.

Ketua HNSI Kecamatan Melaya, Agus Sulaimi kepada RRI.CO.ID, Jum’at, 21 Agustus 2026 mengungkapkan, sebagian fasilitas budidaya seperti keramba bantuan pemerintah saat ini justru mangkrak dan tidak lagi beroperasi. Hal ini terjadi karena sebagian nelayan belum siap secara mentalitas maupun manajemen untuk beralih dari pola tangkap cepat ke skema budidaya jangka panjang.

"Dukungan yang diberikan oleh pemerintah terhadap nelayan itu sudah cukup banyak. Cuma terkadang penerima manfaat ini tidak bisa memanfaatkan secara baik. Contoh, ada keramba yang sampai dengan saat ini tidak lagi beroperasi. Karena artinya kan masyarakat belum bisa memanfaatkan itu secara baik." Ujarnya.

Menurutnya, sifat usaha budidaya yang membutuhkan masa tunggu panen hingga berbulan-bulan kerap memicu kelompok nelayan berhenti di tengah jalan. Tanpa pendampingan yang intensif dan kesiapan modal operasional harian, fasilitas bantuan tersebut berisiko menjadi tidak produktif.

"Kebiasaan nelayan itu kalau dia menangkap hari ini kan dia bisa jual, dapat uang. Nah, kalau budidaya kita kan butuh waktu yang lama tuh, bahkan sampai 7 sampai 9 bulan baru kita bisa menikmati hasilnya. Nah, nelayan untuk itu belum siap. Belum siap dari segi manajemen, kemudian dari segi permodalan itu memang belum siap." Ujarnya.

Guna mencegah terulangnya bantuan yang tidak tepat sasaran, pemerintah didorong untuk tidak hanya menyalurkan sarana fisik, tetapi juga memperkuat pelatihan manajemen usaha serta pengawasan pemanfaatan bantuan secara berkala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....