OKK PWI Bali: Tantangan AI Pacu Profesionalisme Wartawan
- 21 Agt 2026 09:57 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya menjadi tantangan baru bagi insan pers, tetapi juga harus dimanfaatkan sebagai penguat kualitas karya jurnalistik sekaligus pemacu profesionalisme wartawan.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali, I Wayan Dira Arsana, saat membuka Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Bali di Aula Gedung PWI Bali, Denpasar, Kamis 20 Agustus 2026.
Menurut Dira Arsana, di tengah gempuran media sosial dan teknologi AI yang bergerak cepat, karya jurnalistik berkualitas yang lahir dari proses disiplin verifikasi, kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) tetap menjadi pembeda utama.
"Karya jurnalistik berkualitas lahir dari proses yang benar. AI harus diposisikan sebagai penguat produk jurnalistik sekaligus tantangan untuk memacu profesionalisme. Wartawan yang berkualitas akan melahirkan produk bermutu, dan kualitas itulah yang membuat media massa tetap dipercaya masyarakat," tegas Dira di hadapan seratusan peserta.
Ia menambahkan, PWI Bali terus berkomitmen menjadi benteng penyaring informasi dari paparan hoaks, sehingga karya yang dihasilkan wartawan mampu menjalankan fungsi edukasi, pencerdasan publik, hingga peredam konflik sosial.
Kegiatan OKK yang berlangsung selama dua hari (20–21 Agustus 2026) ini mengusung tema "Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, dan Berkomitmen terhadap Etika Jurnalistik melalui Penguatan Organisasi PWI". Agenda ini diikuti oleh 102 wartawan dari berbagai media cetak, siber, dan elektronik di seluruh Bali, termasuk sejumlah jurnalis senior.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Tim Penanganan Konflik Sosial Kesbangpol Bali, Anak Agung Surya Pradita, yang hadir mewakili Kepala Badan Kesbangpol Bali. Ia menekankan bahwa profesi wartawan membutuhkan perpaduan antara kompetensi teknis, integritas, dan tanggung jawab sosial demi menjaga mutu demokrasi.
"Independensi harus berjalan bersama tanggung jawab, kebebasan harus beriringan dengan etika, dan kecepatan wajib dibarengi ketelitian," ujar Surya Pradita.
Sementara itu, Ketua Panitia OKK sekaligus Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Bali, I Nyoman Winata, menjelaskan kegiatan ini dirancang secara komprehensif agar bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan ruang pembekalan seputar sejarah pers, regulasi UU Pers, kepatuhan etika, hingga penguatan kompetensi wartawan di era transformasi digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....