Maraknya Industri Tiongkok Jadi Alasan Mahasiswa Buru Beasiswa Bahasa Mandarin
- 21 Agt 2026 10:04 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Program Beasiswa Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar Tahun Ajaran 2025-2026 membuka kesempatan bagi pelajar, mahasiswa, dan guru yang mempelajari atau mengajarkan Bahasa Mandarin. Saat ini, proses seleksi penerima beasiswa tengah dilakukan oleh Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar.
Salah seorang pendaftar, mahasiswa Universitas Udayana, Aditya Yudiawan, mengikuti seleksi kategori Beasiswa Unggulan. Ia mengikuti program tersebut untuk melanjutkan kemampuan Bahasa Mandarin yang telah dipelajarinya.
“Jadi aku daftar ini karena aku mau ngelanjutin bahasa Mandarin yang udah aku dapet. Dengan harapan bahwa aku bisa melanjutkan mempelajari bahasa yang sudah aku pelajari sebelumnya, mengingat juga ini jadi bahasa ketiga ku,” kata Aditya kepada RRI.CO.ID.
Aditya melihat kemampuan Bahasa Mandarin semakin dibutuhkan seiring perkembangan industri Tiongkok di Indonesia. Menurutnya, penguasaan bahasa tersebut dapat membantu komunikasi dengan masyarakat asal Tiongkok yang datang maupun bekerja di Indonesia.
“Sekarang industri dari Tiongkok itu lagi mendunia banget, terutama kayak, ya katakanlah industri otomotif, dan juga banyak tuh orang-orang dari sana datang ke Indonesia. Dan dengan mempelajari bahasa Mandarin ini, ya setidaknya komunikasinya bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Selain membantu komunikasi, Aditya menilai Bahasa Mandarin dapat menjadi nilai tambah dalam mencari pekerjaan. Ia melihat sektor pariwisata membutuhkan tenaga yang menguasai bahasa asing selain Bahasa Inggris.
“Sekarang kan industri pariwisata itu lagi nyari orang yang bisa bahasa selain bahasa Inggris, ya mungkin Mandarin ini salah satu yang cukup memberikan keuntungan. Apalagi siapa tahu kan bisa jadi menerjemahkan,” katanya.
Menurut Aditya, kemampuan Bahasa Mandarin juga dapat membantu komunikasi dengan wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Bali. “Kalau pariwisata, banyak tuh turis-turis dari RRT ataupun China Taipei yang ke sini. Jadi dengan bahasa Mandarin setidaknya bisa membantu dalam komunikasi,” ujarnya.
Program Beasiswa Konsul Jenderal RRT ke-9 terdiri atas empat kategori, yakni Beasiswa Unggulan, Beasiswa Kerajinan, Guru Teladan, dan Utusan Pertukaran Budaya. Untuk Beasiswa Unggulan, penilaian terutama mempertimbangkan prestasi akademik dan kemampuan Bahasa Mandarin.
Beasiswa Unggulan diberikan kepada lima penerima Juara I dengan Rp6 juta per orang, lima penerima Juara II Rp4 juta, 15 penerima Juara III Rp3 juta, serta 70 penerima Beasiswa Semangat Rp2 juta. Jumlah penerima dan besaran beasiswa dapat disesuaikan oleh Konsulat Jenderal berdasarkan jumlah pendaftar dan kondisi pendidikan setempat.
Aditya berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan sehingga memberikan kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Mandarin. “Dengan ke depannya semoga akan ada lagi beasiswa seperti ini. Karena ini memberikan kesempatan untuk anak-anak, untuk belajar dari Indonesia tuh biar bisa studi di luar negeri. Ya salah satunya ke China,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....