Bandara Ngurah Rai Resmi Operasikan Jembatan Transfer, Pangkas Waktu 45 Menit

  • 20 Agt 2026 07:21 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Mangupura – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali resmi mengoperasikan Jembatan Penghubung Transfer Terminal Internasional-Domestik sejak Senin, 17 Agustus, bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Fasilitas ini memudahkan penumpang transfer berpindah antar-terminal tanpa harus keluar dari gedung terminal.

Penumpang Garuda Indonesia GA715 rute Sydney-Bali menjadi pengguna pertama jembatan transfer tersebut pada Senin, 17 Agustus, pukul 14.40 WITA. Sebanyak 16 penumpang dari penerbangan tersebut berpindah dari terminal kedatangan internasional ke terminal keberangkatan domestik untuk melanjutkan perjalanan ke Cengkareng, Surabaya, dan Kulon Progo.

Sementara itu, layanan transfer dari kedatangan domestik menuju keberangkatan internasional pertama kali digunakan enam penumpang Garuda Indonesia GA420 rute Cengkareng-Bali pada Senin malam. Para penumpang tersebut melanjutkan perjalanan melalui jembatan transfer menuju terminal keberangkatan internasional.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, mengatakan fasilitas tersebut dihadirkan untuk mempermudah proses transfer sekaligus meningkatkan pengalaman penumpang. “Dalam momentum peringatan hari kemerdekaan, dengan bangga kami mempersembahkan fasilitas terbaru di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang dihadirkan untuk semakin mempermudah proses transfer antar terminal, serta untuk meningkatkan pengalaman pelanggan atau customer experience,” ujar Nugroho Jati.

Nugroho Jati menjelaskan, penumpang transfer yang telah memiliki boarding pass lanjutan tidak perlu keluar dari terminal kedatangan dan kembali masuk ke terminal keberangkatan. Penumpang juga tidak perlu mengambil bagasi tercatat karena bagasi akan langsung diproses secara simultan oleh ground handling dan maskapai penerbangan untuk dibawa ke penerbangan lanjutan.

“Dengan fasilitas ini, penumpang transfer yang telah memiliki boarding pass lanjutan tidak perlu keluar gedung terminal kedatangan dan kembali masuk ke terminal keberangkatan. Demikian pula penumpang transfer tidak perlu mengambil bagasi tercatat, karena bagasi untuk penumpang transfer akan langsung diproses secara simultan oleh ground handling dan maskapai penerbangan untuk dibawa ke dalam penerbangan lanjutan. Tentunya hal ini merupakan inovasi yang cukup revolusioner, yang prinsipnya akan semakin menghadirkan seamless journey bagi penumpang transfer,” lanjut Nugroho Jati.

Pengoperasian jembatan transfer juga memangkas waktu proses perpindahan penumpang dan bagasi secara signifikan. Rata-rata proses transfer penumpang menjadi 15 menit, sedangkan proses bagasi menjadi 45 menit.

Sebelum fasilitas ini beroperasi, transfer dari kedatangan internasional menuju keberangkatan domestik membutuhkan rata-rata 90 menit untuk penumpang dan 150 menit untuk bagasi. Sementara dari kedatangan domestik menuju keberangkatan internasional membutuhkan rata-rata 70 menit untuk penumpang dan 120 menit untuk bagasi.

Jembatan transfer tersebut dilengkapi konter Imigrasi, Bea Cukai, Badan Karantina, dan security check point. Fasilitas tersebut digunakan untuk pemeriksaan kelengkapan berkas penumpang, termasuk dokumen All Indonesia, sekaligus mendukung proses transfer antar terminal.

Pintu masuk jembatan dari terminal kedatangan internasional berada di arrival hall dan mengarah ke Gate 1 terminal keberangkatan domestik. Sementara dari terminal kedatangan domestik, pintu masuk berada di depan pintu keluar kedatangan dan berujung di Gate 1 terminal keberangkatan internasional.

Jembatan transfer juga dilengkapi eskalator dan lift untuk memudahkan pergerakan penumpang. Fasilitas tersebut termasuk mendukung kebutuhan penumpang yang menggunakan kursi roda atau membutuhkan layanan khusus.

“Ke depannya, kami menargetkan untuk secara berkesinambungan menambah jumlah maskapai penerbangan yang penumpangnya dapat dilayani fasilitas ini. Kami turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak terkait utamanya maskapai penerbangan, ground handling, Imigrasi, Bea Cukai, dan Badan Karantina atas kolaborasi dari tahap penyusunan konsep hingga operasional jembatan transfer ini,“ pungkas Nugroho Jati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....