Kemerdekaan dan Kedewasaan dalam Berdemokrasi
- 19 Agt 2026 07:20 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Merah Putih perlahan diturunkan dari tiang bendera. Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Provinsi Bali pun memasuki penghujung acara.
Namun, bagi Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, kemerdekaan bukan hanya dimaknai sebatas upacara dan penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu bangsa. Kemerdekaan, menurut Wiratma, juga tercermin dari bagaimana masyarakat menggunakan kebebasan yang telah diperoleh, termasuk dalam kehidupan politik dan demokrasi.
“Kalau dulu para pejuang berjuang untuk merebut kemerdekaan, tugas kita hari ini adalah menjaga dan mengisi kemerdekaan itu. Salah satunya melalui bagaimana kita berdemokrasi dan menggunakan kebebasan politik dengan bertanggung jawab,” ujar Wiratma seusai mengikuti upacara penurunan bendera, Senin 17 Agustus 2026.
Menurut dia, demokrasi memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk memiliki pandangan dan pilihan politik. Perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokratis.
Justru, kata Wiratma, kematangan demokrasi dapat dilihat dari bagaimana masyarakat menghadapi perbedaan tersebut. “Berbeda pilihan politik itu bukan berarti kita menjadi berbeda sebagai bangsa. Pilihan boleh berbeda, tetapi persaudaraan dan persatuan harus tetap dijaga,” katanya.
Ia menilai, kebebasan yang lahir dari kemerdekaan tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab. Kebebasan menyampaikan pendapat, misalnya, harus diikuti dengan kesadaran untuk menghormati hak orang lain.
Begitu pula dalam politik. Masyarakat memiliki hak untuk mendukung siapa pun, memilih partai politik mana pun, atau menentukan sikap politik sesuai dengan keyakinannya. Namun, pilihan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk merendahkan, memusuhi, bahkan memecah hubungan sosial dengan orang lain.
“Demokrasi bukan tentang bagaimana kita memaksakan pilihan kita kepada orang lain. Demokrasi justru mengajarkan bagaimana kita bisa berbeda, tetapi tetap hidup bersama,” ujar Wiratma.
Karena itu, ia memandang wawasan berdemokrasi menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan. Masyarakat tidak cukup hanya memahami hak untuk memilih, tetapi juga perlu memahami konsekuensi dari setiap kebebasan politik yang digunakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....