Peringati HUT ke-81 RI, Jemaat GBI Rock Negara Gelar Doa untuk Negeri

  • 19 Agt 2026 06:33 WIB
  •  Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana - Kemeriahan perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI) menggema di berbagai pelosok tanah air. Beragam cara maupun aksi perlombaan digelar, sebagai bentuk ungkapan terimakasih kepada para pejuang yang telah memerdekakan bangsa ini, seperti halnya puluhan jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rock Negara, memilih berdoa untuk negeri tercinta.
Dari pantauan, puluhan jemaat Rock Negara mulai berdatangan sejak pagi pukul 9.00 wita. Antusias mereka terlihat mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa datang mengenakan busana bernuansa merah putih.
Tepat pukul 10.00 Wita, mereka mulai menggelar doa bersama layaknya ibadah rutin pada hari Minggu. Panitia Penyelenggara, Rudi Haris mengatakan, peringatan HUT kemerdekaan RI ini adalah momen yang tepat mengucap syukur melalui doa untuk Bangsa dan Negara Indonesia tercinta.
"Selain setiap saat kita berdoa untuk bangsa, momen ini (HUT RI) sangat tepat untuk kita bersama sama berdoa dan bersyukur atas rahmatNya," tuturnya saat ditemui, Rabu 19 Agustus 2026.
Menurutnya, di usai 81 tahun Indonesia merdeka ini, bukanlah suatu hal yang mudah dicapai. Selain pemerintah yang terus mengupayakan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat, jemaat gereja juga ikut ambil bagian mewujudkan kemerdekaan itu.
"Dengan cara berdoa bagi para pemimpin bangsa ini. Supaya mereka selalu diberikan kesehatan dan hikmat akal budi untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat," ucapnya.
Sementara Pdt. GBI Rock Negara, Yusuf Sutrisno menambahkan, bahwa keberadaan gereja khususnya GBI Rock Negara di Kelurahan Pendem, Jembrana ini mampu menghadirkan damai sejahtera bagi negeri, khususnya Kabupaten Jembrana melalui doa dan mendukung program pemerintah. "Doa bersama adalah upaya kami untuk memohon pemulihan dan damai sejahtera bagi negeri (Bangsa Indonesia) dan Jembrana khususnya," ungkapnya.
Selian doa, kata Yusuf, puluhan jemaat juga diajak memeriahkan hari kemerdekaan dengan berbagai lomba tradisional, seperti lomba bawa balon, lomba pakai baju, menghias tumpeng hingga pembagian door price. "Bukan nilai atau hadiah yang utama, tapi kebersamaan dan kesatuan untuk saling mendukung dalam doa," tutupnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....