Hadapi Risiko Gagal Panen, Distan Denpasar Ajukan AUTP

  • 19 Agt 2026 07:12 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Mengantisipasi risiko gagal panen akibat musim kemarau, Pemerintah Kota Denpasar mengajukan anggaran sekitar Rp72 juta untuk program asuransi usaha tani padi (AUTP) yang akan melindungi sekitar 400 hektare lahan padi. Langkah ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan kerugian petani jika terjadi gagal panen akibat risiko yang tidak dapat dikendalikan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Denpasar, I G.A.N. Anggreni Suwari, mengatakan pengajuan asuransi pertanian tersebut telah dimasukkan dalam anggaran perubahan tahun ini. “Asuransi pertanian kita ajukan di perubahan. Kurang lebih 400 hektare,” kata Anggreni, Selasa 18 Agustus 2026.

Selain mengusulkan perlindungan melalui asuransi, Dinas Pertanian Denpasar juga memperkuat mitigasi di lapangan dengan menanam varietas padi tahan kekeringan. Salah satu varietas yang digunakan adalah Cakra Buana Agritan dengan total luasan 205 hektare.

“Penanaman dilakukan sejak Juli hingga Agustus 2026 di 15 subak. Sekitar 60 hektare ditanam pada Juli, sementara sekitar 118 hektare ditanam pada Agustus,” jelasnya.

Pemerintah juga menyiapkan 10 unit pompa untuk mengoptimalkan sumber air di lahan pertanian serta mendorong percepatan tanam dan penggunaan teknologi hemat air. Hingga kini, Dinas Pertanian Denpasar belum menerima laporan terkait lahan yang mengalami kekeringan maupun gagal panen.

Dari total sekitar 1.558 hektare lahan pertanian di Kota Denpasar, seluruhnya disebut masih dalam kondisi produktif. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai ancaman hama dan penyakit tanaman selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....