Hari Jadi Bali, Dandim Klungkung Perkuat Sinergi

  • 16 Agt 2026 09:28 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Klungkung - Puncak peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Kabupaten Klungkung berlangsung melalui upacara di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Semarapura, Jumat, 14 Agustus 2026. Upacara dipimpin Bupati Klungkung I Made Satria dan dihadiri Dandim 1610/Klungkung Letkol Kav Sidik Pramono bersama jajaran.

Peringatan mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” yang bermakna kesucian hati, ketulusan, dan pengabdian untuk kejayaan serta kemajuan Bali. Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya kebersamaan dalam menjaga keseimbangan alam, manusia, dan budaya Bali.

Dalam amanat Gubernur Bali yang dibacakan Inspektur Upacara, pemerintah dan masyarakat diajak menjaga keseimbangan sekala dan niskala serta memastikan kemajuan pembangunan tetap sejalan dengan nilai spiritual. Pemerintah juga didorong terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan melanjutkan pembangunan yang maju, berkelanjutan, serta berdaya saing.

“Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali bukan hanya seremonial belaka, namun harus menjadi barometer untuk memotivasi serta menilai pembangunan, perkembangan, serta pencapaian Bali dalam mensejahterakan masyarakatnya,” ujar Dandim 1610/Klungkung Letkol Kav Sidik Pramono.

Menurut Dandim, perjalanan 68 tahun Provinsi Bali telah diwarnai berbagai capaian, prestasi, hambatan, dan tantangan. Karena itu, momentum Hari Jadi Bali perlu dijadikan refleksi untuk memperkuat semangat seluruh masyarakat dalam membangun Bali yang semakin maju dan sejahtera.

Dandim menjelaskan, tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” mengandung pesan tentang kesucian hati, ketulusan, serta pengabdian tanpa pamrih untuk kemajuan Pulau Bali. Semangat tersebut dinilai relevan untuk memperkuat sinergi pemerintah, TNI, masyarakat, dan seluruh komponen daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Mari kita maknai peringatan 68 tahun Provinsi Bali ini untuk tetap semangat dan berjuang dalam mewujudkan Bali yang semakin kuat dan sejahtera, yang dilandasi semangat pengabdian dan kebersamaan seluruh masyarakat,” tegas Letkol Kav Sidik Pramono.

Selain pembangunan, pelestarian tradisi, seni budaya, dan nilai-nilai spiritual Hindu Bali juga menjadi perhatian dalam peringatan tersebut. Seluruh elemen masyarakat diajak menjaga kearifan lokal agar tidak tergerus arus modernisasi dan pembangunan.

Sinergi lintas sektor diharapkan terus diperkuat untuk menjaga Bali tetap harmonis, aman, damai, dan berkelanjutan. Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali menjadi momentum bersama untuk melanjutkan pembangunan dengan semangat tulus, ikhlas, dan penuh kebersamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....