FPB Undwi Siapkan Program Pemberdayaan Petani di Subak Pujung Kaja

  • 15 Agt 2026 17:00 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Gianyar – Menjelang pelaksanaan kegiatan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, tim hibah Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Dwijendra (FPB Undwi) terus memantapkan berbagai persiapan di Subak Pujung Kaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Kegiatan yang mengusung tema "Pemberdayaan Petani melalui Sosialisasi Mina Sari dan RUBUHA untuk Pengendalian Hama Tikus pada Tanaman Padi di Subak Pujung Kaja", sebagai upaya menghadirkan solusi ramah lingkungan dalam pengendalian hama tikus sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

Sebagai langkah awal, tim pelaksana telah menyelenggarakan rapat koordinasi yang melibatkan seluruh anggota tim pengabdian. Rapat tersebut membahas pembagian tugas, penyusunan teknis pelaksanaan kegiatan, kesiapan sarana dan prasarana, serta koordinasi dengan pengurus Subak Pujung Kaja agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat tani.

Selain koordinasi internal, berbagai persiapan teknis di lapangan juga telah dilakukan. Salah satunya adalah penyiapan lokasi persemaian bibit padi yang akan menjadi bagian dari implementasi sistem Mina Sari.

Persemaian dilakukan secara terencana guna menghasilkan bibit padi yang sehat dan siap tanam sebagai pendukung keberhasilan program. Tahapan berikutnya adalah pembajakan lahan sawah yang akan digunakan sebagai lokasi demonstrasi penerapan Mina Sari.

Proses pengolahan tanah dilakukan untuk menciptakan kondisi lahan yang optimal bagi pertumbuhan tanaman padi sekaligus mendukung integrasi budidaya ikan dalam sistem pertanian yang berkelanjutan. Bersamaan dengan itu, dilakukan pula persiapan pembuatan petakan sawah.

Langkah itu untuk menyiapkan lahan sesuai dengan konsep Mina Sari yang mengintegrasikan produksi padi dan perikanan. Sebagai inovasi dalam pengendalian hama tikus secara hayati, tim pengabdian juga telah menyelesaikan pembuatan Rumah Burung Hantu (RUBUHA).

Sarana ini dirancang sebagai tempat bersarang bagi burung hantu (Tyto alba), predator alami tikus yang efektif menjaga keseimbangan ekosistem pertanian tanpa penggunaan pestisida maupun rodentisida kimia. Tidak hanya dibuat, RUBUHA juga telah dipasang di area persawahan Subak Pujung Kaja pada lokasi-lokasi yang telah ditentukan bersama petani dan pengurus subak.

Pemasangan ini diharapkan dapat menarik burung hantu untuk menetap dan berkembang biak sehingga mampu membantu menekan populasi hama tikus secara berkelanjutan. Ketua pelaksana kegiatan, Dirgayana menyampaikan bahwa seluruh persiapan tersebut merupakan bentuk komitmen Universitas Dwijendra dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Program ini tidak hanya memberikan edukasi kepada petani mengenai penerapan sistem Mina Sari dan pemanfaatan RUBUHA, tetapi juga menjadi media transfer teknologi yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan. Pelaksanaan kegiatan pada 22 Agustus 2026 nantinya akan diisi dengan sosialisasi, diskusi bersama petani, praktik lapangan, serta peninjauan lokasi implementasi Mina Sari dan RUBUHA.

“Melalui kegiatan ini diharapkan petani Subak Pujung Kaja memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengelola lahan pertanian secara lebih produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” katanya.

Kegiatan hibah pengabdian ini didanai oleh BIMA Kemendiktisaintek dalam Program Hibah dengan skema Pengabdian kepada Masyarakat Reguler. “Pengabdian ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi pertanian. Inovasi itu diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pertanian Bali,” tutup Dirgayana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....