Memaknai Kemerdekaan di Bawaslu Bali

  • 15 Agt 2026 19:30 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Suasana kemeriahan dan kehangatan membalut halaman Kantor Bawaslu Provinsi Bali pada Kamis 13 Agustus 2026. Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh jajaran pimpinan, pejabat struktural, hingga staf sekretariat melebur jadi satu tanpa sekat dalam serangkaian perlombaan tradisional yang sarat makna.

Sejak pagi hari, halaman kantor yang biasanya riuh dengan dinamika tugas pengawasan berubah menjadi arena penuh tawa dan keakraban. Berbagai jenis perlombaan dihadirkan untuk menguji ketangkasan sekaligus mempererat tali silaturahmi, mulai dari lomba khas kemerdekaan seperti lari membawa kelereng menggunakan sendok, hingga lomba yang kental akan nilai kearifan lokal Bali, yakni mengulat tipat (merajut janur ketupat).

Acara diawali dengan sambutan dari Anggota Bawaslu Provinsi Bali Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat, I Nyoman Gede Putra Wiratama. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan harus dimaknai sebagai momentum untuk menguatkan akar budaya serta memperkokoh fondasi kebersamaan di lingkungan Bawaslu.

"Lomba seperti mengulat tipat bukan sekadar menguji siapa yang paling cepat memilin janur, melainkan ada filosofi mendalam di dalamnya. Tipat adalah simbol jalinan yang saling mengikat kuat—sebagaimana kita di Bawaslu Bali yang harus selalu terikat dalam kesatuan visi," ungkap Putra Wiratama.

Ia menambahkan, kerja-kerja pengawasan demokrasi membutuhkan kombinasi antara ketelitian, kesabaran, dan solidaritas yang kokoh.

Menurutnya, energi positif serta rasa kekeluargaan yang terbangun melalui perlombaan ini akan menjadi bahan bakar utama bagi jajaran Bawaslu dalam menjaga integritas pengawasan ke depan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bali, Ida Bagus Putu Adinatha, turut memberikan arahan dan apresiasinya atas semangat luar biasa seluruh pegawai. Ia menggarisbawahi pentingnya menjaga keseimbangan antara ritme kerja yang dinamis dan suasana lingkungan kerja yang harmonis.

"Di tengah rutinitas dan beban kerja yang tinggi, hari ini kita jeda sejenak untuk bergembira bersama. Lomba kelereng mengajarkan kita fokus dan keseimbangan, sementara mengulat tipat melatih kecermatan—dua hal yang sangat relevan dengan tugas keseharian sekretariat dalam mendukung pengawasan," ujar Adinatha.

Pekik semangat dan gelak tawa pecah saat peluit pertama dibunyikan tanda dimulainya perlombaan. Ketegangan manis terlihat saat para pegawai beradu cepat menyeimbangkan kelereng di atas sendok, disusul adu kelihaian jemari dalam memilin helai-helai janur hingga membentuk selongsong ketupat yang presisi.

Suasana semakin meriah ketika jajaran pimpinan ikut turun gelanggang memberikan koreksi jenaka dan dukungan moral bagi stafnya. Persaingan yang kompetitif namun tetap dibalut suasana kekeluargaan tersebut membuktikan bahwa sportivitas dan kegembiraan mampu menyatu dengan sempurna di lembaga pengawas pemilu ini.

Dari filosofi ulat tipat yang mengajarkan pentingnya jalinan koordinasi yang kokoh hingga lomba kelereng yang menguji fokus serta keseimbangan, seluruh rangkaian kegiatan ini menegaskan filosofi kerja lembaga. Ketika nilai-nilai budaya dan semangat kebangsaan berpadu harmoni, tugas berat mengawasi dan merawat kualitas demokrasi Indonesia akan senantiasa diampu dengan integritas tinggi, soliditas yang tak tergoyahkan, dan kegembiraan yang tulus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....